RADARSITUBONDO.ID - Film "Pesugihan Sate Gagak" karya sutradara Etienne Caesar dan komika Dono Pradana menawarkan terobosan segar di sinema horor komedi Indonesia.
Produksi Cahaya Pictures ini mengangkat fenomena ritual tradisional dengan pendekatan absurd, menghibur sekaligus merangsang diskusi tentang budaya klenik.
Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Series: Bocoran Spesifikasi, Fitur Unggulan & Harga Perkiraan di Indonesia
Perpaduan horor dan komedi dalam "Pesugihan Sate Gagak" terlihat dari cerita tiga sahabat - Anto, Dimas, dan Indra - yang terdesak secara ekonomi dan nekat melakukan ritual pesugihan untuk mendapatkan harta.
Film ini dikategorikan sebagai "komedi klenik absurd", menertawakan absurditas ritual pesugihan sambil menghormati budaya.
Sutradara Etienne Caesar menyatakan, "Pesugihan adalah bagian dari budaya kita. Kami ingin menertawakan absurditasnya karena yang instan selalu ada harga. "
Aspek menarik film ini adalah visualisasi warung sate dengan makhluk halus sebagai pelanggan. Konsep ini menciptakan ironi, di mana hantu seperti Genderuwo dan Kuntilanak menikmati sate.
Detail ini menjadi metafora tentang praktik pesugihan yang membalikkan tatanan kehidupan.
Teaser trailer menunjukkan humor absurd dan sinematografi yang menggabungkan estetika horor dengan komedi kontemporer. Setiap frame menciptakan ketegangan dan kelucuan, menunjukkan keahlian teknis tim produksi.
Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Pro: Monster Baru dengan Snapdragon 8 Elite, Siap Saingi iPad Pro?
Pemilihan cast, termasuk komika terkenal, menegaskan fokus pada komedi. Tantangan mereka adalah menyampaikan elemen horor tanpa kehilangan timing komedi. Dari teaser, terlihat chemistry natural antaraktor dalam situasi supernatural.
"Pesugihan Sate Gagak" bukan hanya hiburan, tapi juga kritik sosial terhadap mentalitas instan yang ada di masyarakat. Narasi tiga pemuda yang memilih jalan pintas mencerminkan realitas pahit dari tekanan ekonomi.
Ritual pesugihan sate gagak merupakan praktik nyata dalam kepercayaan klenik Jawa, di mana sate daging gagak dipersembahkan kepada makhluk gaib.
Film ini mengambil elemen autentik dengan pendekatan yang mengundang penonton untuk merenungkan absurditas pencarian kekayaan instan.
Baca Juga: Vivo Y50i Resmi Meluncur: Layar 90Hz Smooth, Baterai 6000mAh Tahan Seharian, Harga Mulai 3,3 Juta!
Film ini menunjukkan evolusi dalam genre horor komedi Indonesia yang biasanya menggunakan formula konvensional. Kolaborasi Dono Pradana dan Etienne Caesar menciptakan perspektif ganda yang memperkaya narasi.
Pendekatan "di luar nalar" mereka memberi alternatif baru bagi penonton yang bosan dengan formula horor komedi mainstream.
Baca Juga: Stop Mata Perih! 7 Rahasia Pakai HP Malam Hari Tanpa Merusak Penglihatan
Dengan jadwal tayang 13 November 2025, "Pesugihan Sate Gagak" bisa menjadi fenomena budaya yang menghibur dan memicu diskusi tentang tradisi, modernitas, dan absurditas kehidupan kontemporer.
Film ini membuktikan bahwa sinema Indonesia mampu mengeksplorasi tema lokal dengan pendekatan universal yang dapat diakses berbagai kalangan.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin