Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Salmonella hingga Norovirus: Penyebab Utama Keracunan Makanan

Bayu Shaputra • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Seorang remaja yang meragukan kelayakan makanan yang hendak ia makan.
Seorang remaja yang meragukan kelayakan makanan yang hendak ia makan.

RADARSITUBONDO.ID - Keracunan makanan adalah masalah kesehatan yang bisa menyerang siapa saja. Di balik rasa sakit seperti mual, muntah, dan diare, ada mikroorganisme berbahaya yang bisa kita temui dalam makanan sehari-hari kita.

 Baca Juga: Spesifikasi Huawei Nova 14i: Baterai Jumbo 7000 mAh, Storage 256GB, dan Layar Hampir 7 Inci!

Salmonella

Bakteri Salmonella menjadi salah satu penyebab keracunan makanan yang paling sering terjadi. Bakteri ini sangat suka dengan produk hewani yang mentah atau setengah matang, seperti telur, daging ayam, dan daging sapi.

Bahkan, telur yang terlihat bersih bisa jadi mengandung bakteri ini. Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 72 jam setelah makan, ditandai dengan demam tinggi, sakit perut yang parah, dan diare yang berdarah.

Yang lebih parah lagi, bakteri ini bisa bertahan di permukaan dapur selama 4 jam jika tidak dibersihkan dengan baik.

 Baca Juga: Nova 14i atau Nova 14? Panduan Memilih Smartphone Huawei Sesuai Budget

Norovirus

Berbeda dari Salmonella, Norovirus adalah virus yang mudah menyebar dan menjadi penyebab utama keracunan makanan di tempat-tempat umum seperti restoran, sekolah, dan kapal pesiar.

Hanya dengan 10 hingga 50 partikel virus, seseorang bisa terinfeksi. Cara penularannya sangat sederhana, lewat makanan yang terkontaminasi, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, atau menyentuh benda yang kotor dan kemudian menyentuh mulut.

Gejala muncul tiba-tiba dalam 12 hingga 48 jam, seperti muntah yang hebat, diare cair, dan rasa sangat lelah.

 Baca Juga: Mengupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan Huawei Nova 14i 2025

Pelaku Lainnya

E coli, terutama jenis O157:H7, dapat ditemukan dalam daging giling mentah dan sayuran mentah yang sudah dicuci dengan air yang terkontaminasi.

Listeria monocytogenes bisa ditemukan di makanan deli, keju lunak, dan makanan siap saji, yang sangat berbahaya khususnya bagi wanita hamil karena bisa menyebabkan keguguran.

Campylobacter jejuni banyak ada di daging unggas mentah dan susu yang belum dipasteurisasi, yang bisa menyebabkan diare berdarah yang parah.

 Baca Juga: Cara Efektif Memanfaatkan Fitur Unggulan Huawei Nova 14i

Pencegahan

Mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik, memasak makanan dengan suhu yang aman (ayam 75°C, daging giling 71°C), menggunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan sayuran, serta menyimpan makanan dingin di bawah 5°C adalah langkah-langkah penting.

Ingat, bakteri tumbuh dengan cepat pada suhu ruangan, makanan yang dibiarkan lebih dari 2 jam pada suhu 20-40°C bisa berbahaya.

Memahami semua musuh yang tidak terlihat ini adalah cara terbaik untuk melindungi keluarga dari bahaya keracunan makanan yang sebenarnya bisa dihindari.

Editor : Ali Sodiqin
#Keracunan makanan