Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Slow Living ala Boomer: Hobi Jadul yang Jadi Pelarian Generasi Z dari Stres

Bayu Shaputra • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Gen Z yang suka dengan kamera analog.
Gen Z yang suka dengan kamera analog.

RADARSITUBONDO.ID - Di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang cepat, generasi muda mulai tertarik kembali pada hobi-hobi klasik yang sebelumnya identik dengan generasi Baby Boomer.

Hobi-hobi ini kini populer di kalangan Gen Z, yang mendukung gaya hidup santai dan peduli pada kesehatan mental. Berikut adalah sepuluh hobi klasik yang kembali diminati oleh generasi muda.

 Baca Juga: Kemenag Situbondo Gerak Cepat! Salurkan Bantuan ke 9 Titik Gempa Banyuputih, IPARI Hiburan Anak dengan Trauma Healing

Pertama adalah berkebun dan urban farming. Aktivitas menanam sayuran organik di lahan kecil sangat diminati, karena memberikan kepuasan yang lebih dibandingkan dengan berlama-lama di media sosial. Generasi muda juga lebih tertarik pada tanaman langka untuk menghias rumah.

Kedua, merajut dan crochet menjadi tren global. Merajut yang dulu dianggap untuk orang tua kini telah diakui sebagai cara untuk mengurangi stres. Banyak tutorial merajut di platform media sosial, dan penjualan benang rajut meningkat pesat.

 Baca Juga: 7 Aktivitas Romantis untuk Merayakan National Boyfriend Day 2025

Ketiga, koleksi vinyl dan piringan hitam kembali populer. Banyak yang mencari vinyl untuk menikmati kualitas audio yang lebih baik dan pengalaman mendengarkan musik yang lebih intim dan menyeluruh.

Keempat, mengoleksi perangko juga mengalami kebangkitan. Perangko tidak hanya dianggap sebagai barang antik tetapi juga mencatat sejarah dan menjadi investasi yang menarik bagi generasi muda.

 Baca Juga: National Boyfriend Day 2025 di Media Sosial: Strategi Konten & Campaign untuk Brand

Kelima, fotografi film kembali diminati. Meski kamera smartphone canggih, banyak yang tertarik menggunakan kamera analog. Proses yang lebih lambat dan hasil yang unik memberikan pengalaman berbeda dibanding fotografi digital.

Keenam, seni tembikar semakin terkenal. Banyak yang menemukan proses membuat tembikar sebagai aktivitas meditatif dan seru, dengan hasil yang bisa dijual sebagai produk handmade.

 Baca Juga: 10 Ide Kado Unik & Romantis untuk National Boyfriend Day 2025

Ketujuh, menulis surat tangan dan journaling menjadi hobi baru. Kegiatan ini membantu meningkatkan mindfulness dan kreativitas, dengan banyak yang mengkoleksi alat tulis berkualitas tinggi.

Kedelapan, memancing kini dilihat sebagai cara untuk detoks digital. Generasi muda lebih menikmati proses memancing daripada hasil tangkapannya.

Kesembilan, membaca buku fisik mengalami peningkatan di tengah dominasi e-book. Banyak yang gemar mengoleksi buku fisik menarik dan mengikuti tantangan membaca.

Kesepuluh, puzzling dan board games kembali digemari, terutama selama pandemi. Aktivitas ini menjadi cara bagi orang untuk bersosialisasi tanpa gangguan teknologi, memberikan kepuasan tersendiri setelah menyelesaikan permainan.

 Baca Juga: Yakin Nikah 2025: Enzy Storia Terjebak Cinta Segitiga Bersama Maxime Bouttier dan Jourdy Pranata

Ada beberapa faktor yang membuat hobi klasik kembali populer. Kebutuhan akan slow living mendorong orang untuk melambat dan menikmati momen.

Hobi ini juga baik untuk kesehatan mental, mengurangi kecemasan. Selain itu, menghasilkan sesuatu secara fisik memberikan kepuasan tersendiri. Generasi muda mencari pengalaman otentik dan hobi ini sejalan dengan nilai keberlanjutan.

Editor : Ali Sodiqin
#Hobi nenek