RADARSITUBONDO.ID - Avoidant attachment, atau gaya keterikatan menghindar, adalah pola hubungan yang sering muncul karena pengalaman masa kecil dan dapat memengaruhi kehidupan dewasa.
Individu dengan gaya ini cenderung mandiri dan menjaga jarak dalam hubungan, membuat mereka tidak nyaman dengan kedekatan emosional. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 20% dari populasi, terutama pria, memiliki gaya keterikatan ini.
Baca Juga: Mengapa Gen Z Mulai Menyukai Hobi Generasi Boomer?
Gaya ini terbentuk akibat berbagai faktor, termasuk ketidakresponsifan emosional dari orang tua, larangan untuk mengekspresikan emosi, pola asuh yang kaku, minimnya sentuhan kasih sayang, trauma masa kecil, pengaruh genetik, dan pengalaman penolakan yang berulang.
Tanda-tanda avoidant attachment pada anak meliputi ketidakpedulian ketika ditinggalkan, menolak pelukan, dan kurangnya emosi terbuka.
Dalam hubungan dewasa, individu dengan gaya ini sering menjaga jarak saat hubungan menjadi terlalu serius, menghindar dari konflik, dan lebih fokus pada karier atau hobi.
Baca Juga: Cara Logout Akun Google dari Semua Perangkat Sekaligus
Untuk mengatasi avoidant attachment, penting untuk menyadari dan mengakui pola ini. Mengamati emosi dan kebutuhan diri, melatih keintiman secara bertahap, dan mencari bantuan profesional adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan.
Mencari relasi dengan orang yang aman secara emosional dan mengelola stres juga dapat membantu proses penyembuhan. Membangun kedekatan emosional harus dilakukan dengan sabar dan konsisten, mengingat perubahan tidak selalu linear.
Dengan dukungan yang tepat, seseorang dengan gaya keterikatan ini dapat belajar untuk lebih nyaman dengan keintiman dan membangun hubungan yang lebih sehat dan memuaskan.
Editor : Ali Sodiqin