RADARSITUBONDO.ID - Tidur selama 7-8 jam setiap malam dengan rutinitas yang konsisten memungkinkan tubuh memulihkan diri dengan optimal, sekaligus menjadi kunci mencegah stres dan meningkatkan fokus.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang baik, durasi yang cukup, dan konsistensi waktu tidur berkorelasi langsung dengan performa akademik dan kognitif yang lebih baik.
Mari kita telusuri tujuh pola tidur yang terbukti efektif untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan kemampuan fokus Anda.
Pergi tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan dan liburan, dapat membuat perbedaan signifikan dalam kualitas dan kuantitas tidur.
Baca Juga: Petani Situbondo Dapat Ilmu Baru! Pemkab Latih Pengelolaan Pasca Panen Tembakau dari DBHCHT
Ketika Anda tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00 setiap hari, tubuh akan mulai memproduksi hormon melatonin (hormon tidur) sekitar pukul 21.30 dan hormon kortisol (hormon bangun) menjelang pukul 05.30.
Buat pengingat 30 menit sebelum waktu tidur target Anda untuk mulai wind down routine.
Rutinitas sebelum tidur bisa berupa membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan peregangan ringan yang membantu membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks.
Mandi atau berendam air hangat sebelum tidur sangat efektif karena penurunan suhu tubuh setelahnya memicu rasa kantuk alami.
Baca Juga: Kemenag Situbondo Bantu Rumah Layak Huni dan Modal Usaha Warga Jatibanteng
Teknik relaksasi seperti ini bermanfaat membuat tekanan darah menurun dan memperlambat pernapasan, menciptakan kondisi optimal untuk tidur berkualitas.
Menjaga kamar tidur tetap tenang, rileks, dan pada suhu yang sejuk dapat memperbaiki kualitas tidur.
Cahaya terang, terutama blue light dari gadget, menghambat hormon ini dan membuat Anda tetap terjaga.
Mendapatkan tidur berkualitas yang cukup dapat memperbaiki mood, mengurangi stres, dan meningkatkan fungsi kognitif termasuk memori dan konsentrasi.
Ini adalah hubungan dua arah, tidur baik mengurangi stres, dan stres rendah meningkatkan kualitas tidur.
Ini "mengosongkan" pikiran dan memberi jaminan bahwa Anda tidak akan lupa hal penting tersebut.
Alkohol juga harus dihindari, meski membuat mengantuk, alkohol mengganggu fase REM sleep yang krusial untuk konsolidasi memori dan pembelajaran.
Tidur selama 7–8 jam membantu Anda mengalami semua tahapan tidur, dari tidur ringan hingga fase tidur mendalam yang disebut rapid eye movement (REM).
Baca Juga: Peluang Karir di BPKH 2025: Rekrutmen Terbuka untuk 11 Formasi Strategis, Cek Persyaratannya!
Memotong waktu tidur hanya 1-2 jam berarti kehilangan proporsi signifikan fase REM, yang langsung berdampak pada kemampuan fokus, kreativitas, dan problem-solving keesokan harinya.
Editor : Ali Sodiqin