Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kebiasaan Menggigit Kuku dan Kaitannya dengan Kesehatan Mental

Bayu Shaputra • Jumat, 10 Oktober 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi kebiasaan menggigit kuku.
Ilustrasi kebiasaan menggigit kuku.

RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kamu sedang menggigit kuku saat berada dalam situasi yang bikin tegang? Kebiasaan ini disebut onychophagia dan sering terjadi ketika kita merasa gugup atau stres, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

 Baca Juga: DPC PPP Situbondo Turun ke Lokasi Gempa Banyuputih, Bukti Nyata Peduli Rakyat Bukan Cuma Saat Pemilu

Menggigit kuku bisa jadi jenis perilaku yang dilakukan untuk menenangkan diri saat kita merasa cemas atau tertekan. Ketika kita menghadapi wawancara kerja, presentasi penting, atau tenggat waktu yang mendesak, tubuh kita mencari cara untuk meredakan ketegangan. Bagi sebagian orang, cara itu adalah dengan menggigit kuku.

Perilaku ini bisa memberi rasa tenang karena mengalihkan perhatian dari pikirannya yang cemas. Otak kita berpindah fokus dari hal yang membuat stres ke aktivitas yang lebih terkontrol, walaupun sebenarnya itu adalah tindakan yang merugikan.

 Baca Juga: Mau Beli Realme 15 Series? Simak Dulu Plus-Minus yang Wajib Dipertimbangkan

Kebiasaan menggigit kuku kadang terhubung dengan beberapa masalah kesehatan mental seperti ADHD, depresi, gangguan obsesif kompulsif, ODD, atau sindrom Tourette.

Dalam kasus gangguan obsesif-kompulsif, seseorang merasa terdorong untuk melakukan hal tertentu berulang kali, termasuk menggigit kuku.

 Baca Juga: Realme 15 Series 5G Meluncur, Siap Gebrak Pasar Indonesia di Kelas Menengah?

Tetapi penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang menggigit kuku memiliki masalah kesehatan mental. Banyak orang hanya menjadikan ini sebagai kebiasaan yang dimulai sejak kecil dan terus berlanjut hingga dewasa tanpa adanya masalah psikologis yang serius.

Kebiasaan ini sering disertai dengan perilaku lain seperti menarik kutikula dan menggigit kulit sekitar kuku. Secara fisik, hal ini bisa menyebabkan infeksi, kerusakan pada kuku, dan masalah gigi. Secara psikologis, kebiasaan ini bisa jadi tanda adanya rasa cemas yang tidak tertangani.

Jika menggigit kuku mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, menyebabkan luka yang tidak sembuh, atau disertai dengan gejala cemas yang berlebihan seperti susah tidur atau serangan panik, penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental.

 Baca Juga: Realme 15 Pro Edisi Game of Thrones Resmi Hadir di Indonesia, Hanya 5.000 Unit di Dunia!

Mengatasi kebiasaan ini memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Kita bisa coba mengelola stres dengan teknik relaksasi, mengenali apa yang menjadi pemicu kecemasan, hingga mencari aktivitas pengganti yang lebih sehat seperti memencet stress ball atau bermain dengan fidget spinner. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, kita bisa mengontrol bahkan menghentikan kebiasaan ini sepenuhnya.

Editor : Ali Sodiqin
#Kebiasaan menggigit kuku