RADARSITUBONDO.ID - Menggigit kuku atau onychophagia adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sekitar 20-30% orang di seluruh dunia.
Meskipun tampak sepele, kebiasaan ini bisa menyebabkan infeksi bakteri, merusak kuku, bahkan bisa memengaruhi gigi. Namun, ada harapan, kebiasaan ini bisa dihentikan dengan cara yang tepat.
Baca Juga: DPC PPP Situbondo Turun ke Lokasi Gempa Banyuputih, Bukti Nyata Peduli Rakyat Bukan Cuma Saat Pemilu
Menggigit kuku biasanya terjadi karena stres, rasa bosan, atau kecemasan. Langkah pertama adalah menemukan kapan dan di mana kebiasaan ini muncul.
Tulis dalam catatan kecil setiap kali Anda menggigit kuku, apakah saat rapat, menonton TV, atau saat fokus menyelesaikan pekerjaan? Mengetahui pola ini membantu Anda untuk menghindari dan mencegahnya.
Baca Juga: Mau Beli Realme 15 Series? Simak Dulu Plus-Minus yang Wajib Dipertimbangkan
Teknik Praktis yang Terbukti Efektif
Gunakan Cat Kuku Pahit: Oleskan cat kuku khusus yang rasanya pahit yang bisa Anda beli di toko obat. Rasa pahit yang kuat akan mengingatkan Anda setiap kali jari mendekati mulut.
Jaga Kuku Tetap Pendek dan Rapi: Kuku yang dipotong pendek dan dibersihkan dengan kikir memiliki lebih sedikit "bagian" untuk digigit. Rawat juga kutikula dengan minyak almond atau jojoba agar hasilnya maksimal.
Sibukkan Tangan Anda: Pegang bola stres, fidget spinner, atau gelang karet saat ingin menggigit kuku. Mengalihkan aktivitas tangan ke sesuatu yang lain bisa menghentikan kebiasaan buruk.
Kenakan Sarung Tangan atau Plester: Saat malam hari atau di rumah, gunakan sarung tangan tipis atau tempelkan plester di ujung jari agar tidak bisa menggigit.
Terapi Perubahan Kebiasaan: Cara ini mengajarkan Anda untuk mengganti kebiasaan buruk dengan gerakan lain. Contohnya, setiap kali Anda ingin menggigit kuku, kepalkan tangan selama 30 detik atau tekan telapak tangan ke paha.
Tentukan target mingguan dan berikan diri Anda hadiah kecil setiap kali berhasil tidak menggigit kuku, seperti waktu sendiri di salon, membeli buku yang disukai, atau menikmati makanan penutup favorit.
Ingat, mengubah kebiasaan membutuhkan waktu 21-66 hari. Bersabarlah dengan diri sendiri dan jangan putus asa jika pernah tergelincir. Konsistensi adalah kunci untuk berhasil.
Editor : Ali Sodiqin