Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bagaimana Trauma Bisa Merubah Seseorang, Penjelasan Psikologis dan Emosional

Bayu Shaputra • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:00 WIB
ILUSTRASI seorang remaja yang mengalami trauma.
ILUSTRASI seorang remaja yang mengalami trauma.

RADARSITUBONDO.ID - Trauma bukan hanya kenangan buruk yang bisa dilupakan dengan gampang. Pengalaman yang traumatis meninggalkan bekas yang dalam dan bisa mengubah cara biologis serta kepribadian seseorang selamanya.

Saat seseorang mengalami kejadian yang sangat menakutkan atau traumatis, bagian otak yang mengatur rasa takut bisa aktif, dan bagian depan otak mulai bekerja dengan kurang baik. Ini berarti orang itu susah berpikir dengan jelas dan mengambil keputusan saat ada masalah.

 Baca Juga: Festival Literasi Akbar Pertama di Situbondo, Digelar Lima Hari di Alun-Alun Kota

Trauma bisa menyebabkan perubahan yang tetap di bagian otak tertentu dan meningkatkan reaksi hormon kortisol dan norepinefrin saat menghadapi tekanan di masa depan.

Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengalami PTSD memiliki ukuran yang lebih kecil di bagian depan otak dan hipokampus, yang penting untuk belajar dan memori.

 Baca Juga: Festival Literasi Situbondo Angkat Narasi Lokal: Budaya, Kuliner, dan Tradisi Jadi Identitas Kota Santri

Trauma bisa mengubah kepribadian seseorang secara drastis. Orang yang biasanya ramah dan bahagia bisa berubah menjadi lebih pendiam dan serius, menjadi lebih waspada, merasa cemas, dan sulit mengatur emosi.

Reaksi awal setelah trauma bisa termasuk merasa lelah, bingung, sedih, cemas, gelisah, mati rasa, merasakan jarak dari diri sendiri, dan tidak bisa merasakan emosi dengan baik.

Dalam jangka panjang, sistem saraf bisa terjebak dalam keadaan guncangan psikologis, membuat orang yang selamat sulit memahami atau memproses perasaan mereka.

 Baca Juga: Minat Baca Warga Situbondo Naik, Bunda Baca Ajak Pemuda Jadikan Literasi Gaya Hidup

Namun, ada harapan. Meskipun mengatasi trauma itu tidak mudah, otak bisa berubah: menambah jalur baru, memperbaiki fungsi bagian tertentu, dan memperkuat sambungan antar sel.

Trauma juga bisa memicu pertumbuhan positif setelah mengalami trauma, di mana seseorang bisa menemukan tujuan hidup yang lebih jelas, memiliki rasa empati yang lebih kuat, serta memahami apa yang lebih penting dalam hidup.

Memahami cara kerja trauma dengan lebih baik dapat membantu menemukan cara terapi yang lebih efektif dan memberikan harapan yang lebih baik untuk pemulihan bagi mereka yang mengalaminya.

Editor : Ali Sodiqin
#Dampak trauma