RADARSITUBONDO.ID - Kisah sukses tidak selalu dimulai dari tempat mewah atau modal yang banyak. Ruth dan Elliot Handler menunjukkan bahwa ide cemerlang dan kerja keras bisa mengubah bisnis kecil di garasi menjadi kerajaan mainan dunia.
Perjalanan mereka dimulai di tahun 1945, saat pasangan yang sudah menikah sejak 1938 ini mendirikan Mattel Creations dengan insinyur Harold Mattson di garasi mereka di Los Angeles.
Baca Juga: Inilah Strategi Rahasia 20 Tim yang Berhasil Mengamankan Tiket Piala Dunia 2026
Nama "Mattel" adalah gabungan dari nama Mattson dan Elliot, meskipun sebenarnya perusahaan yang terkenal ini menjadi sukses berkat kreasi Ruth.
Awalnya, mereka membuat barang-barang rumah tangga dari plastik seperti mangkuk dan cermin. Namun, mereka punya cita-cita yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Strategi & Taktik yang Bisa Meningkatkan Peluang Indonesia ke Round 5 Kualifikasi Piala Dunia
Perubahan besar terjadi di tahun 1956 saat Ruth berlibur ke Swiss. Ia melihat putrinya, Barbara, sangat tertarik dengan boneka kertas bergambar perempuan yang bekerja.
Ruth menyadari bahwa pasar mainan banyak didominasi oleh boneka bayi, padahal anak perempuan juga ingin melihat sosok yang bisa jadi inspirasi untuk masa depan mereka sebagai wanita dewasa.
Namun ketika dia mengusulkan ide boneka wanita dewasa yang terlihat lebih realistis, rekan-rekan pria menolaknya karena merasa ide itu tidak akan sukses dan sulit untuk dibuat.
Baca Juga: Mengapa Trauma Masa Kecil Membuat Sifat Kita Berubah di Usia Dewasa? Penjelasannya
Kesempatan datang saat Ruth menemukan boneka Bild Lilli di Eropa, boneka dewasa dari Jerman yang sempat jadi kontroversi karena awalnya dijual sebagai lelucon untuk pria. Alih-alih mundur, Ruth melihat peluang besar.
Dia membawa banyak boneka Lilli ke California dan bersama tim Mattel mengubah karakter tersebut menjadi gadis modis yang bersahabat.
Pada Maret 1959, Barbie, nama yang diambil dari Barbara, putri mereka lahir di American International Toy Fair New York mengenakan pakaian renang bergaris hitam-putih, memiliki bibir merah, dan rambut kuncir pirang.
Meskipun mendapat kritik awal, 300.000 boneka terjual di tahun pertama. Ken, boneka pria yang dinamai dari putra mereka Kenneth, datang dua tahun kemudian.
Kemenangan ini tidak datang tanpa kesulitan. Mattel menghadapi masalah hukum dari produsen Lilli di tahun 1961 terkait hak cipta, yang akhirnya diselesaikan dengan Mattel membeli semua hak cipta pada tahun 1964.
Namun, cara baru mereka dalam memasarkan, dengan mengiklankan langsung ke anak-anak di TV, mengubah industri mainan untuk selamanya.
Baca Juga: Bagaimana Jika Timnas Indonesia Masuk Round 5? Bisa Bertemu Siapa dan Seberapa Sulit?
Ruth menjabat sebagai presiden Mattel sampai tahun 1973 sebelum mundur karena masalah kesehatan dan skandal keuangan di tahun 1975.
Meskipun begitu, warisan mereka tetap hidup: lebih dari satu miliar boneka Barbie telah terjual sampai sekarang, menjadikannya salah satu mainan paling terkenal sepanjang masa.
Baca Juga: Daftar Negara yang Sudah Memastikan Diri Lolos ke Piala Dunia 2026
Pelajaran yang bisa diambil? Keberanian untuk menghadapi penolakan, kemampuan untuk melihat peluang di situasi tidak terduga, dan kekuatan dari kerja sama.
Ruth bahkan terus memberikan kontribusi dengan mendirikan Ruthton Corp di tahun 1976, yang menciptakan prostesis payudara Nearly Me untuk penyintas kanker, membuktikan bahwa inovasi sejati selalu berfokus pada kebutuhan manusia.
Editor : Ali Sodiqin