Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konsumsi Seblak Terus-Menerus? Ini Dampaknya pada Kesehatan Metabolik dan Risiko Penyakit Jantung

Bayu Shaputra • Senin, 13 Oktober 2025 | 23:30 WIB
Seblak dengan toping beragam.
Seblak dengan toping beragam.

RADARSITUBONDO.ID - Seblak, hidangan asli Sunda yang terdiri dari kerupuk, mie, telur, dan bumbu pedas, sudah menjadi kesukaan banyak orang di Indonesia.

Namun, di balik rasanya yang enak, makanan ini memiliki beberapa risiko serius untuk kesehatan jika dimakan terlalu banyak.

 Baca Juga: Dua Nasabah Bank Jatim Situbondo Raih Rp150 Juta dari Undian Simpeda, Begini Keseruannya!

Seblak mengandung tiga elemen penting yang dikenal sebagai GGL (Gula, Garam, dan Lemak). Kementerian Kesehatan RI menyarankan batasan harian konsumsi sebanyak 50 gram gula (setara 4 sendok makan), 5 gram garam (seukuran 1 sendok teh), dan 67 gram lemak (sekitar 5 sendok makan minyak).

Satu porsi seblak biasa bisa memberikan kontribusi besar terhadap jumlah ketiga elemen ini, terutama garam dari bumbu dan minyak yang digunakan.

 Baca Juga: Pelajaran Dari Pasangan Handler, Bagaimana Ruth & Elliot Mengubah Mainan Jadi Ikon Global

Diabetes adalah salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan penyakit-penyakit yang berkaitan, seperti penyakit jantung dan stroke, menjadi masalah kesehatan yang signifikan.

Makan seblak dalam jumlah banyak secara teratur bisa meningkatkan kadar kolesterol, mengurangi kemampuan tubuh untuk merespons insulin, dan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Terlalu banyak garam dalam seblak bisa meningkatkan tekanan darah, sedangkan lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) yang berisiko untuk jantung.

Gabungan ini menciptakan kondisi tubuh yang tidak sehat dan bisa meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung.

 Baca Juga: Perjalanan Suami Istri di Balik Barbie dan Hot Wheels

Makan seblak berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan, termasuk mengganggu hormon dan menyebabkan masalah pencernaan.

Kebiasaan makan seblak terlalu sering juga bisa menyebabkan tubuh menjadi tahan terhadap insulin, yang merupakan awal dari diabetes tipe 2.

Nikmati seblak dalam porsi kecil, satu atau dua kali dalam sebulan, bukan setiap hari. Pilih varian yang memiliki bumbu lebih sedikit dan kurangi penggunaan minyaknya.

Selalu seimbangkan dengan makan sayuran dan lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Editor : Ali Sodiqin
#Dampak sering makan seblak