Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengapa Seblak Pedas Bisa Membahayakan? Ini Ulasan Kandungan dan Dampaknya

Bayu Shaputra • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:45 WIB
Seblak seafood dan bakso daging.
Seblak seafood dan bakso daging.

RADARSITIBONDO.ID - Seblak adalah makanan khas dari Bandung yang sangat terkenal karena rasa pedasnya yang menggugah selera. Makanan ini menjadi kesukaan banyak orang, baik anak muda maupun orang dewasa.

Walaupun seblak memuaskan lidah dengan rasa pedas dan hangat yang enak, jika dimakan terlalu banyak, bisa memberikan efek buruk untuk kesehatan. Penting untuk tahu bahwa di balik rasanya yang enak, ada bahan yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

 Baca Juga: Dua Nasabah Bank Jatim Situbondo Raih Rp150 Juta dari Undian Simpeda, Begini Keseruannya!

Seblak terbuat dari berbagai bahan, di antaranya kerupuk basah yang digoreng atau direbus, yang menjadi sumber karbohidrat utama. Ini juga dilengkapi dengan sayuran seperti sawi dan kol, protein dari bakso, sosis, dan telur, serta bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa.

Hal yang perlu diwaspadai adalah cabai yang mengandung zat capsaicin, bumbu yang mengandung banyak natrium, dan minyak goreng yang meningkatkan kalori serta lemak jenuh dalam makanan ini.

 Baca Juga: Pelajaran Dari Pasangan Handler, Bagaimana Ruth & Elliot Mengubah Mainan Jadi Ikon Global

Bumbu pedas dan rasa pedas yang tinggi dalam seblak bisa membuat lambung iritasi dan menyebabkan masalah pencernaan seperti gastritis atau refluks asam.

Cabai dalam seblak mengandung capsaicin yang bisa menyebabkan iritasi di lambung, dan jika terlalu sering dimakan, bisa memicu nyeri di perut, rasa mual, kembung, dan muntah.

 Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Ruth & Elliot, Sang Pencipta Barbie dan Hot Wheels

Selain masalah pencernaan, risiko penyakit seperti gastritis, GERD, tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, dan masalah ginjal bisa muncul dari terlalu sering makan seblak.

Banyaknya garam dan penyedap rasa dalam seblak dapat meningkatkan tekanan darah, sementara kalori dan lemak yang tinggi dapat mengganggu pencernaan dan meningkatkan kadar gula dalam darah. Ini terutama terjadi jika seblak dimasak dengan minyak yang dipakai berulang kali.

Seblak juga bisa membuat kita dehidrasi dan menyebabkan masalah ginjal karena makanan pedas bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, dan tingginya natrium bisa memberatkan kerja ginjal.

Agar tetap bisa menikmati seblak tanpa mengorbankan kesehatan, batasi konsumsi maksimal satu atau dua kali dalam sebulan.

Pilihlah bahan yang lebih sehat, kurangi penggunaan minyak, garam, dan penyedap rasa yang terlalu banyak. Tambahkan lebih banyak sayuran segar dan pilih protein yang berkualitas seperti telur rebus.

Jangan lupa juga untuk minum cukup air putih agar tidak dehidrasi setelah makan makanan pedas.

Dengan cara yang bijak dalam mengkonsumsi seblak, Anda bisa tetap menikmati rasanya sambil menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Editor : Ali Sodiqin
#Dampak sering makan seblak