RADARSITUBONDO.ID - Ketika suatu hubungan selesai, ada dua hal umum yang sering terjadi, seseorang pergi tanpa menjelaskan atau langsung menolak Anda.
Pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang lebih menyakitkan? Penelitian psikologi terbaru memberi jawaban yang jelas.
Baca Juga: Fakta Penting Tentang Peluncuran Fitur Palestina di Aplikasi Muslim Pro
Penelitian terbaru dengan judul "Rasa Sakit Hantu dari Ghosting" yang dipublikasikan di jurnal Computers in Human Behavior melibatkan 46 orang yang mengobrol selama 15 menit setiap hari dengan seorang peneliti selama empat hari.
Pada hari keempat, ada tiga kondisi, ghosting (peneliti berhenti menjawab tanpa alasan), penolakan langsung (peneliti memberi tahu mereka tidak ingin melanjutkan), atau kontrol (peneliti terus menjawab).
Baca Juga: Dampak Terlalu Sering Makan Seblak bagi Kesehatan, Dari Gangguan Lambung hingga Penyakit Ginjal
Kedua kondisi awalnya membawa dampak negatif yang mirip, perasaan ditolak dan terasing meningkat dalam kedua situasi. Namun, ada perbedaan besar dalam jangka waktu lama, rasa bingung dan kehilangan yang muncul setelah ghosting terus berlanjut, sementara perasaan itu cepat hilang setelah penolakan langsung.
Orang yang mengalami ghosting terus berpikir tentang alasan pergi, sementara mereka yang ditolak langsung bisa menemukan penyelesaian lebih cepat.
Para ilmuwan mengatakan bahwa kurangnya penjelasan dan ketidakpastian mengenai alasan putusnya hubungan membuat stres yang lebih besar dalam situasi ghosting.
Baca Juga: Ide Olahan Lezat dengan Ubi Cilembu dari Camilan hingga Kue
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang dighosting merasakan lebih banyak ikatan emosional yang berkepanjangan dan ketidakpastian, menunjukkan bahwa metode putus tanpa bicara ini mungkin memperpanjang rasa sakit dan membuat pemulihan lebih sulit.
Jadi, meskipun kedua pengalaman itu menyakitkan secara emosional, ghosting memiliki pengaruh psikologis yang lebih lama dan merugikan.
Penolakan langsung, walaupun menyakitkan, memberikan kesempatan untuk menemukan kejelasan dan penyembuhan yang lebih cepat. Dari sudut pandang psikologis, kejujuran selalu lebih baik daripada diam yang penuh tanda tanya.
Editor : Ali Sodiqin