RADARSITUBONDO.ID - Pernahkah kamu merasakan seseorang pergi begitu saja tanpa memberi tahu alasan? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ghosting atau ditinggal tanpa penjelasan lebih merusak kesehatan mental dan otak daripada jika seseorang to the bluntly menolak kita.
Sebuah studi penting dengan judul "Rasa Sakit Hantu dari Ghosting: Eksperimen Selama Beberapa Hari yang Membandingkan Reaksi Terhadap Ghosting dan Penolakan" dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior pada tahun 2025 dan memberikan bukti yang jelas tentang hal ini.
Penelitian ini dipimpin oleh Alessia Telari dari Universitas Milano-Bicocca di Italia, yang melibatkan 46 orang sukarelawan yang berinteraksi dengan asisten peneliti selama 15 menit tiap hari selama empat hingga sembilan hari.
Baca Juga: Ide Olahan Lezat dengan Ubi Cilembu dari Camilan hingga Kue
Metode penelitian ini menarik karena menciptakan situasi ghosting dan penolakan secara langsung, bukan hanya bergantung pada ingatan peserta tentang pengalaman masa lalu.
Pada hari keempat, asisten peneliti menggunakan tiga kondisi yang berbeda, ghosting (hanya berhenti merespons tanpa alasan), penolakan jelas (menyampaikan alasan sebelum berhenti berkomunikasi), atau melanjutkan percakapan seperti biasa.
Baca Juga: Dampak Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2025 terhadap Perekonomian & Kesejahteraan
Hasil penelitian menemukan dampak yang signifikan. Saat di-ghosting, peserta merasa bingung yang tidak kunjung reda, sedangkan pada penolakan langsung, kebingungan mereka cepat pergi.
Hal ini terjadi karena orang yang di-ghosting terus mencari-cari alasan mengapa orang itu pergi, sehingga mereka terjebak dalam pemikiran yang tak berujung.
Dampak psikologis ghosting juga lebih dalam dan bertahan lama. Peserta merasakan kesepian, merasa tidak terlihat, dan merasa tidak mampu, yang berlangsung lebih lama dibandingkan dengan kelompok yang ditolak. Rasa putus asa dan stres meningkat cukup besar karena tidak ada "penutupan" yang jelas.
Baca Juga: Muslim Pro Rayakan 16 Tahun dengan Luncurkan Kampanye Hope for Palestine
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakpastian dan kebingungan adalah masalah utama dari ghosting. Otak manusia butuh penjelasan untuk mengatasi pengalaman yang buruk, dan ketika penjelasan tidak ada, otak terus mencari jawaban yang tidak pernah muncul.
Itulah sebabnya ghosting terasa lebih menyakitkan secara neurologis daripada penolakan yang jelas, meskipun keduanya sama-sama bisa meninggalkan rasa sakit emosional.
Editor : Ali Sodiqin