RADARSITUBONDO.ID - "Baper" atau bawa perasaan adalah perasaan yang banyak dialami orang dalam hubungan modern. Istilah ini menunjukkan bahwa seseorang cenderung merasa terlalu dalam dan merespons setiap tindakan pasangan dengan sangat pribadi.
Bahkan hal kecil bisa membuat mereka merasa sangat emosional. Tapi, mengapa ada orang yang lebih mudah baper dibandingkan yang lain?
Baca Juga: Membaca Terlalu Dekat Bahaya untuk Mata Anak! Berikut 5 Tips Ampuh Mengatasinya
Pengalaman Masa Kecil dan Gaya Keterikatan
Salah satu alasan utama mengapa seseorang bisa baper adalah gaya keterikatan yang terbentuk saat kecil. Gaya keterikatan ini adalah cara orang berinteraksi dan membangun hubungan, terutama dalam hubungan yang dekat, dan berhubungan dengan bagaimana mereka dibesarkan.
Jika seseorang dibesarkan dalam situasi yang tidak konsisten, kurang perhatian, atau sering ditolak, mereka mungkin berkembang dengan gaya keterikatan cemas.
Baca Juga: One Piece Episode 1146 Ditunda? Berikut Jadwal Rilis Terbaru & Alasan Penundaannya
Orang dengan gaya keterikatan cemas sering melihat diri mereka secara negatif, tetapi mereka masih ingin diterima dan dicintai oleh orang lain.
Hal ini membuat mereka sangat peka terhadap tanda-tanda negatif dari pasangan, bahkan yang sebenarnya tidak penting.
Baca Juga: Festival Literasi Situbondo: 20 Buku Karya Warga Lokal Dipamerkan, Bikin Pengunjung Terpukau!
Menanggapi Situasi Secara Pribadi
Seseorang bisa cepat merasa baper karena mereka mengambil segala hal secara pribadi. Ini membuat mereka mudah merasa tersakiti oleh tindakan atau sikap orang lain. Cara pikir seperti ini membuat pasangan merasa sulit untuk bersikap biasa tanpa takut menyakiti perasaan.
Pengalaman Buruk di Masa Lalu
Orang yang sensitif mungkin pernah mengalami peristiwa seperti dibuli, sering dibandingkan dengan orang lain, atau tidak dihargai. Pengalaman-pengalaman ini menciptakan perisai emosional yang berlebihan dalam hubungan baru, dan membuat mereka mengartikan setiap kata dalam cara yang buruk.
Baca Juga: Anak Senang Membaca? Ketahui Jarak Tepat agar Mata Tetap Sehat dan Terhindar Rabun
Pikiran Negatif yang Terulang
Perasaan baper bisa muncul karena pikiran negatif yang terus ada di kepala, terutama saat seseorang terus-menerus memikirkan satu hal tanpa mencoba melihatnya dari sudut pandang lain.
Mengetahui alasan di balik baper bisa membantu seseorang menjadi lebih sadar tentang diri mereka dan memperbaiki pola pikir yang mengganggu keharmonisan dalam hubungan.
Editor : Ali Sodiqin