RADARSITUBONDO.ID - Belakangan ini banyak orang merasa cepat marah, mudah tersinggung, atau merasa berbeda saat cuaca sangat panas. Ternyata, ini bukan hanya perasaan biasa, melainkan sesuatu yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: 74 Tahun Prabowo Subianto, Perjalanan Seorang Jenderal yang Tak Kenal Menyerah
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Cuaca Panas?
Ketika suhu udara sangat tinggi, tubuh kita mengalami tekanan fisik yang disebut stres panas. Hal ini membuat tubuh mengeluarkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Dikutip dari newsroom.com, Dr. Albers mengatakan bahwa kadar kortisol meningkat pesat saat suhu panas, berbeda dengan musim dingin di mana hormon ini berada di level yang rendah.
Baca Juga: Genap 74 Tahun, Presiden Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dengan Sederet Program Ini
Marini, seorang dosen psikologi di Universitas Muhammadiyah Surabaya, menjelaskan bahwa saat cuaca ekstrem, energi tubuh dibagi menjadi dua, satu bagian untuk berpikir dan satu bagian lagi untuk menahan suhu panas.
Akibatnya, otak bekerja lebih lambat karena lebih fokus pada pengaturan suhu tubuh daripada mengatur emosi. Ini menjelaskan mengapa kita menjadi kurang sabar, mudah tersinggung, dan tidak produktif.
Baca Juga: Ucapan dan Harapan Publik di Ulang Tahun Prabowo 2025
Cuaca panas tidak hanya mengganggu kita di siang hari, tetapi juga mempengaruhi kita di malam hari. Suhu yang tinggi membuat tubuh sulit untuk beristirahat, tidur menjadi tidak nyenyak, dan kualitas tidur menurun.
Ketika seseorang tidak cukup tidur, di hari berikutnya ia cenderung lebih mudah marah, merasa cemas, dan kehilangan semangat.
Baca Juga: Gagal ke Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert dan Beserta Staf Dipecat PSSI
Para ahli memberi beberapa tips sederhana tapi sangat membantu, lebih banyak beristirahat di tempat yang sejuk, menghindari paparan langsung dari panas, menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, makan makanan yang sehat, dan luangkan waktu untuk berdiam diri sejenak.
Aktivitas yang bisa membuat kita rileks seperti meditasi atau mendengarkan musik di dalam ruangan juga bisa membantu mengurangi stres. Yang paling penting, ajari diri kita untuk lebih sadar dan mengendalikan cara merespons cuaca, bukan cuacanya itu sendiri.
Editor : Ali Sodiqin