RADARSITUBONDO.ID - Obesitas bukan hanya soal tampilan fisik, tetapi juga merupakan masalah kesehatan serius yang bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018, satu dari tiga orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari kondisi ini karena tanda-tanda awal sering kali diabaikan.
Seseorang dianggap obesitas jika Indeks Massa Tubuh (IMT) mereka 25 kg/m² atau lebih. Selain itu, jika lingkar pinggang pria lebih dari 90 cm dan wanita lebih dari 80 cm, itu adalah tanda jelas adanya penumpukan lemak berbahaya yang dapat merusak kesehatan.
Baca Juga: 74 Tahun Prabowo Subianto, Perjalanan Seorang Jenderal yang Tak Kenal Menyerah
Gejala Fisik yang Kerap Luput
Sesak Napas Saat Aktivitas Ringan
Kelebihan lemak di leher dan dada bisa menghalangi paru-paru untuk mengembang, membuat seseorang sulit bernapas. Kegiatan biasa seperti naik tangga atau berjalan cepat dapat membuat napas jadi tersengal-sengal karena tubuh butuh lebih banyak oksigen untuk menopang berat badannya.
Baca Juga: Genap 74 Tahun, Presiden Prabowo Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dengan Sederet Program Ini
Mendengkur dan Gangguan Tidur
Lemak yang menumpuk di leher bisa menekan saluran pernapasan saat tidur, menyebabkan dengkuran keras bahkan sleep apnea.
Hal ini mengakibatkan tidur menjadi tidak nyenyak, sehingga penderita menjadi mudah mengantuk dan sulit fokus di siang hari.
Baca Juga: Ucapan dan Harapan Publik di Ulang Tahun Prabowo 2025
Perubahan Warna dan Tekstur Kulit
Area gelap, tebal, dan kasar yang muncul di lipatan kulit seperti leher, ketiak, atau selangkangan disebut acanthosis nigricans.
Ini bukan masalah kebersihan, melainkan tanda bahwa tubuh mengalami resistensi insulin yang bisa mengarah pada diabetes tipe 2.
Kelelahan Kronis
Tubuh perlu ekstra tenaga untuk membawa berat badan yang berlebih, membuat orang yang obesitas cepat merasa lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan. Keadaan ini bisa semakin buruk jika disertai masalah tidur yang mengurangi stamina sehari-hari.
Nyeri Sendi Persisten
Knee, pinggul, dan punggung bawah harus menanggung beban yang berat, yang bisa memberi tekanan berlebih pada sendi. Seiring waktu, ini dapat mengakibatkan osteoartritis dan menurunkan kemampuan bergerak serta kualitas hidup secara signifikan.
Baca Juga: Ingin Punya Honor MagicPad 3 Pro? Simak Tutorial Pembelian dan Harga Resmi China 2025
Gejala Maag yang Berulang
Kelebihan lemak di perut dapat membuat asam lambung naik ke tenggorokan, menyebabkan rasa sakit perut, mual, dan kembung yang berkepanjangan. Jika tidak diobati, keadaan ini bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada kerongkongan.
Keringat Berlebih
Tubuh harus bekerja keras untuk menjaga suhu karena berat badan yang berlebihan, sehingga bisa membuat seseorang berkeringat lebih banyak bahkan saat cuaca sejuk atau melakukan aktivitas ringan.
Mengenali gejala-gejala ini lebih awal memungkinkan kita untuk melakukan perbaikan dengan mengubah pola makan, berolahraga secara teratur minimal 150 menit dalam seminggu, dan berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter. Menangani masalah ini lebih awal jauh lebih efektif dibandingkan menunggu sampai komplikasi serius muncul.
Editor : Ali Sodiqin