RADARSITUBONDO.ID - Kebiasaan membuka TikTok sebelum tidur mungkin terlihat sepele dan menghibur, tetapi para pakar kesehatan memperingatkan bahwa kegiatan ini bisa berpengaruh serius terhadap kesehatan otak dan tidur Anda.
Baca Juga: RedMagic 11 Pro Plus Hadir! Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Fitur Esports Pro
Otak Terus Bekerja Tanpa Henti
TikTok menampilkan video singkat yang terus berubah dalam hitungan detik, membuat otak Anda bekerja keras untuk memproses informasi dengan cepat tanpa jeda.
Semakin lama Anda menonton, semakin sulit bagi otak untuk beristirahat. Akibatnya, saat waktu tidur tiba, otak masih terjaga dan ini membuat Anda kesulitan untuk merasa mengantuk.
Baca Juga: Nubia RedMagic 11 Pro Rilis, Ponsel Gaming dengan Baterai Jumbo!
Cahaya Biru Mengganggu Hormon Tidur
Dr. Po-Chang Hsu, seorang ahli tidur dari SleepingOcean, mengatakan bahwa melihat layar gadget sebelum tidur bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.
Secara khusus, cahaya biru dari ponsel bisa mengurangi melatonin hingga 55%, bahkan bisa membuat Anda tidur lebih lambat hingga 1,5 jam. Ketika melatonin menurun, siklus tidur Anda jadi kacau dan Anda akan sulit tidur meskipun tubuh sudah merasa lelah.
Baca Juga: Ide Dekorasi & Kegiatan Keluarga untuk Hari Diwali 20 Oktober 2025
Menciptakan Kecanduan Dopamin
TikTok dirancang untuk membuat orang terus menonton tanpa disadari. Jika Anda sering menggulir sebelum tidur, otak dapat membentuk pola kecanduan dopamin, sehingga Anda merasa tidak bisa tidur tanpa menonton TikTok terlebih dahulu. Ini menciptakan siklus ketergantungan yang berbahaya.
Kualitas Tidur Sangat Menurun
Walaupun akhirnya bisa tidur, otak yang masih bekerja memproses informasi dari TikTok membuat Anda sulit mencapai tidur dalam yang nyenyak. Tanpa tidur yang berkualitas, di hari berikutnya Anda mungkin merasa pusing, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi pada aktivitas sehari-hari.
Meningkatkan Stres dan Kecemasan
Algoritma TikTok menampilkan berbagai video, termasuk yang bisa memicu kecemasan atau rasa takut ketinggalan (FOMO).
Konten yang membuat Anda berpikir berlebihan atau membandingkan diri dengan orang lain dapat menyebabkan otak memproduksi lebih banyak hormon stres (kortisol). Jika terus berlanjut, hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental Anda.
Para ahli menganjurkan untuk menjauhkan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur agar kualitas tidur dan kesehatan otak Anda tetap terjaga dalam jangka panjang.
Editor : Ali Sodiqin