RADARSITUBONDO.ID - Kebiasaan menggulir media sosial sebelum tidur sudah jadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Namun, di balik kemudahan untuk mendapatkan informasi dan hiburan, ada beberapa risiko kesehatan yang harus diingat.
Baca Juga: Ide Dekorasi & Kegiatan Keluarga untuk Hari Diwali 20 Oktober 2025
Gangguan Produksi Hormon Melatonin
Cahaya biru dari layar ponsel mirip dengan cahaya matahari alami. Ketika seseorang terkena cahaya ini, otak salah mengira waktu masih pagi, jadi hormon melatonin yang membantu mengatur tidur tidak diproduksi dengan baik.
Akibatnya, tubuh tetap terjaga saat seharusnya beristirahat. Gangguan pada ritme sirkadian ini membuat orang sulit merasa mengantuk dan bisa menyebabkan insomnia yang berkepanjangan.
Baca Juga: Apakah Huawei Nova 14 Lite Pantas Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!
Risiko Insomnia dan Kualitas Tidur Buruk
Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan nyata antara seberapa lama orang menggunakan media sosial dan terjadinya insomnia pada remaja.
Menghabiskan waktu di media sosial antara tiga hingga sembilan jam setiap hari dapat menyebabkan masalah tidur yang sedang hingga parah.
National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa orang yang menghabiskan waktu banyak di media sosial sebelum tidur lebih rentan terhadap masalah tidur yang serius.
Tidur yang tidak berkualitas ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti sulit berkonsentrasi, kelelahan mental dan fisik, serta meningkatkan risiko penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes.
Baca Juga: Nova 14 Lite Meluncur! Layar OLED 120Hz dan Baterai 5500mAh dengan Harga Ramah Kantong
Dampak pada Kesehatan Mental
Sebuah studi di tahun 2019 yang melibatkan 12.000 remaja berusia 13-16 tahun menunjukkan bahwa menggunakan media sosial lebih dari tiga kali dalam sehari berdampak negatif bagi kesehatan mental.
Kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan orang lain yang terlihat sempurna di media sosial bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri, cemburu, cemas, dan bahkan depresi.
Ketika terlibat emosional di media sosial, seperti berdebat di kolom komentar atau terus-menerus membaca berita buruk, otak jadi terus aktif dan sulit untuk rileks. Keadaan ini mengganggu kualitas tidur dan bisa memperburuk masalah mental yang sudah ada.
Baca Juga: Nova 14 Lite Meluncur! Layar OLED 120Hz dan Baterai 5500mAh dengan Harga Ramah Kantong
Penurunan Produktivitas
Masalah tidur akibat terlalu banyak menggunakan media sosial berpengaruh langsung pada produktivitas keesokan harinya. Jika tubuh tidak mendapat cukup istirahat, akan merasa lelah, sulit fokus, dan kinerja menurun.
Stres yang muncul akibat kurang tidur bisa menciptakan siklus yang sulit dihentikan, di mana orang justru kembali ke media sosial untuk melupakan stres.
Agar tidak ada efek jangka panjang,para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan media sosial setidaknya 30-60 menit sebelum tidur dan membuat rutinitas malam yang lebih sehat tanpa melihat layar gadget.
Editor : Ali Sodiqin