Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bukan Kasih Sayang, Ini Dampak Negatif Orang Tua yang Terlalu Protektif pada Anak di Lingkungan Sekolah

Bayu Shaputra • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:41 WIB
Ilustrasi seorang anak yang selalu dibela orang tua walaupun berbuat salah.
Ilustrasi seorang anak yang selalu dibela orang tua walaupun berbuat salah.

RADARSITUBONDO.ID - Ketika anak mengalami masalah di sekolah, sangat normal bagi orang tua untuk ingin melindungi mereka.

Tapi, jika perlindungan ini menjadi terlalu berlebihan, hal itu malah bisa mengganggu perkembangan anak dalam jangka panjang.

 Baca Juga: Efek Jangka Panjang Orang Tua yang Selalu Membenarkan Anak: Dari Rumah ke Dunia Kerja

Ketergantungan dan Kesulitan Mengambil Keputusan

Anak yang selalu dibela oleh orang tuanya saat ada masalah di sekolah biasanya jadi sangat tergantung secara emosional. Mereka kesulitan untuk mengambil keputusan sendiri, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti memilih kegiatan ekstra atau menanggapi pendapat teman.

Ketergantungan ini muncul karena anak tidak pernah diajarkan untuk mengatasi akibat dari tindakan mereka sendiri.

 Baca Juga: 9 Tol Baru Siap Ramaikan 2026, Perkonomian Makin Melesat!

Rendahnya Kepercayaan Diri dan Harga Diri

Anak yang terus menerus mendapatkan pembelaan dari orang tua justru sering mengalami masalah dengan kepercayaan diri. Mereka merasa tidak mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan dari orang tua.

Saat mereka berada di lingkungan yang lebih luas, mereka merasa ragu dan takut untuk mengungkapkan pendapat karena tidak terbiasa berpikir sendiri.

Penelitian menunjukkan pemasangan pola ini dapat berlanjut hingga mereka dewasa, dan bisa mempengaruhi prestasi belajar dan karir mereka.

 Baca Juga: Golkar Situbondo Rayakan HUT ke-61, Ziarah Makam Pahlawan, Bazar Murah & Rumah Aspirasi Diluncurkan!

Kecemasan Berlebihan dan Masalah Mental

Perlindungan yang berlebihan membuat anak merasa takut gagal. Mereka jadi sangat cemas ketika menghadapi situasi baru atau tantangan di sekolah.

Hambatan dalam Keterampilan Sosial

Di sekolah, anak yang selalu dibela orang tuanya sering kesulitan berinteraksi dengan teman. Mereka tidak belajar cara bernegosiasi, berkompromi, atau menyelesaikan konflik dengan baik.

Teman-teman mereka mungkin menjauhi mereka karena menganggap mereka terlalu bergantung atau merasa berhak berlebihan. Yang lebih meresahkan, anak-anak ini sering menjadi korban bullying karena terlihat tidak bisa membela diri.

 Baca Juga: Desain Koin 1 Dollar AS dengan Wajah Steve Jobs: Detail, Tanggal & Cara Mendapatkannya

Perilaku Manipulatif dan Berbohong

Ketika harapan orang tua terlalu tinggi atau aturannya terlalu ketat, anak belajar untuk berbohong agar terhindar dari masalah.

Mereka tidak terdorong untuk melakukan hal yang benar karena rasa moral, tetapi karena adanya hadiah dan hukuman. Pola komunikasi yang tidak sehat ini berlanjut hingga remaja, di mana anak lebih memilih menyimpan masalah daripada meminta bantuan.

 Baca Juga: Kontroversi Koin $1 Steve Jobs, Mengapa Para Kritikus Protes?

Sebagai orang tua, memberikan dukungan berbeda dari membela tanpa batas. Biarkan anak menghadapi tantangan yang sesuai dengan usianya, bantu mereka mencari solusi sendiri, dan ajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.

Dengan cara ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan siap menghadapi kenyataan hidup.

Editor : Ali Sodiqin
#Dampak selalu membenarkan anak