RADARSITUBONDO.ID - Rasa cinta orang tua kepada anak memang sangat besar. Namun, saat kasih sayang ini berubah menjadi pembelaan tanpa batas terhadap semua kesalahan anak, itu malah bisa merusak perkembangan kepribadian mereka. Banyak orang tua terjebak dalam pola ini tanpa menyadari apa yang akan terjadi di masa depan.
Baca Juga: Efek Jangka Panjang Orang Tua yang Selalu Membenarkan Anak: Dari Rumah ke Dunia Kerja
Menurut pandangan psikolog, membela anak secara berlebihan tanpa mempertimbangkan situasi sebenarnya bisa membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar dari kesalahan.
Ketika anak melakukan kesalahan tapi tetap dibela, mereka akan berpikir bahwa perilaku salah itu biasa saja. Hal ini menghalangi mereka untuk mengembangkan pemikiran kritis dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah sendiri.
Baca Juga: 9 Tol Baru Siap Ramaikan 2026, Perkonomian Makin Melesat!
Dampak serius lainnya adalah munculnya sikap tidak bertanggung jawab. Jika orang tua selalu melindungi, anak tidak belajar untuk menerima konsekuensi dari tindakan mereka.
Mereka akan tumbuh menjadi orang yang tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
Baca Juga: Golkar Situbondo Rayakan HUT ke-61, Ziarah Makam Pahlawan, Bazar Murah & Rumah Aspirasi Diluncurkan!
Kurangnya rasa empati juga menjadi masalah yang sering terjadi. Anak yang selalu dibela meskipun bersalah cenderung tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Mereka merasa tidak ada yang salah, meskipun temannya merasa sedih atau menangis akibat tindakan mereka, karena mereka tidak pernah merasakan konsekuensi yang bisa mengajarkan tentang empati.
Baca Juga: Desain Koin 1 Dollar AS dengan Wajah Steve Jobs: Detail, Tanggal & Cara Mendapatkannya
Ada berbagai alasan mengapa orang tua membela anak secara berlebihan. Pertama, cinta yang sangat besar membuat mereka merasa tidak tega melihat anak mengalami kesulitan.
Kedua, anggapan bahwa anak adalah cerminan diri sendiri membuat orang tua merasa harga diri mereka jatuh ketika anak berbuat salah. Ketiga, keinginan untuk melindungi anak dari semua kesulitan, meskipun caranya salah.
Jadi, bagaimana seharusnya orang tua bersikap? Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin.
Orang tua perlu memberi kesempatan kepada anak untuk belajar dari kesalahan mereka sambil tetap mendukung, bukan membela mereka secara buta. Komunikasi yang baik sangat penting agar anak mengerti kenapa tindakan tertentu salah dan apa akibatnya.
Baca Juga: Stop Scrolling Sebelum Tidur! Kenali Dampak Buruknya bagi Mental dan Fisik
Mendidik anak itu bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna di mata anak, tapi tentang memberikan yang terbaik untuk perkembangan karakter mereka.
Terkadang, membiarkan anak menghadapi konsekuensi dari perbuatan mereka adalah bentuk kasih sayang yang sejati, karena dari situ mereka bisa belajar untuk menjadi orang yang bertanggung jawab dan memiliki empati.
Editor : Ali Sodiqin