Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dampak Orang Tua yang Selalu Membela Anak Walaupun Salah, Ketika Kasih Sayang Salah Arah

Bayu Shaputra • Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi seorang anak yang selalu dibela orang tua walaupun berbuat salah.
Ilustrasi seorang anak yang selalu dibela orang tua walaupun berbuat salah.

RADARSITUBONDO.ID - Tidak ada yang meragukan seberapa besar kasih sayang orang tua kepada anak. Namun, masalah mulai muncul ketika kasih sayang itu berubah menjadi pembelaan yang berlebihan terhadap kesalahan yang jelas dilakukan anak.

Kecenderungan untuk selalu membela anak, walaupun ia salah, bisa memberikan dampak yang negatif dalam jangka panjang untuk perkembangan karakter mereka.

 Baca Juga: Efek Jangka Panjang Orang Tua yang Selalu Membenarkan Anak: Dari Rumah ke Dunia Kerja

Rantai Dampak Negatif yang Tercipta

Pembelaan yang berlebihan menciptakan masalah dalam perkembangan karakter anak. Ketika orang tua terus membela anak, anak tidak belajar dari kesalahan.

Akibatnya, anak merasa bahwa kesalahan itu tidak berbahaya atau salah. Pola ini membuat anak sulit berpikir kritis dan mencari jalan keluar dari masalahnya sendiri.

Di kemudian hari, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab dan sulit mengakui kesalahannya. Mereka mungkin akan selalu mengharapkan orang lain untuk menolong mereka dari akibat perbuatannya. 

 Baca Juga: 9 Tol Baru Siap Ramaikan 2026, Perkonomian Makin Melesat!

Kehilangan Kemampuan Berempati

Dampak serius lainnya adalah kurangnya rasa empati pada anak yang selalu dibela orang tuanya. Mereka mungkin menganggap semua kesalahan mereka sepele dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Anak akan tumbuh dengan pikiran bahwa mereka selalu benar, dan orang lain harus mengalah. Sikap egois ini akan menyulitkan mereka dalam menjalin hubungan sosial yang baik di masa depan.

 Baca Juga: Golkar Situbondo Rayakan HUT ke-61, Ziarah Makam Pahlawan, Bazar Murah & Rumah Aspirasi Diluncurkan!

Ketergantungan dan Kurangnya Kemandirian

Membela anak yang bersalah hanya akan membuat mereka sulit mandiri dan tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Mereka tidak akan bisa menjaga diri dari pengaruh negatif karena tidak pernah diajari untuk menghadapi akibat tindakan mereka dan belajar dari kesalahan.

 Baca Juga: Stop Scrolling Sebelum Tidur! Kenali Dampak Buruknya bagi Mental dan Fisik

Psikolog Dewi Widiastuti Lubis menyatakan bahwa orang tua boleh membela anak, tetapi harus tetap menegur jika anak melakukan kesalahan.

Jangan hanya membiarkan kesalahan terjadi karena rasa sayang yang berlebihan. Teguran harus sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan jenis kesalahan yang dilakukan, tanpa menggunakan kekerasan fisik.

Yang paling penting adalah kedua orang tua harus bersatu. Jika salah satu orang tua menegur anak, yang lainnya tidak boleh membela anak.

Pembelaan itu justru bisa membuat anak tidak bertanggung jawab. Konsistensi dalam pendidikan adalah kunci untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bertanggung jawab.

Kasih sayang yang sejati bukan hanya tentang melindungi anak dari segala kesulitan, tetapi juga tentang memberi mereka kemampuan untuk menghadapi konsekuensi dan belajar dari setiap pengalaman.

Editor : Ali Sodiqin
#Dampak selalu membenarkan anak