RADARSITUBONDO.ID - Tren membeli pakaian bekas atau thrifting kini semakin digemari karena harganya yang terjangkau dan dampaknya yang baik untuk lingkungan.
Namun, di balik kemudahan tersebut, ada juga risiko kesehatan yang perlu dipertimbangkan. Faktanya, ya, pakaian thrift memang bisa menjadi media penularan virus dan berbagai mikroorganisme yang berbahaya.
Baca Juga: Kapan Puncak Musim Hujan 2025 di Indonesia? Prediksi BMKG
Mikroba Berbahaya dalam Pakaian Bekas
Penelitian menunjukkan bahwa pakaian dapat menyimpan berbagai patogen yang dapat menular. Studi menemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis yang terdapat pada sampel pakaian bekas, yang berpotensi menyebabkan infeksi pada kulit dan aliran darah.
Selain itu, bakteri E. coli, Salmonella, virus norovirus, rotavirus, serta parasit penyebab kudis sering dijumpai pada bahan bekas.
Yang lebih mengkhawatirkan, virus seperti Human Papillomavirus (HPV) dan molluscum contagiosum dapat melekat pada serat kain.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa kuman patogen dapat bertahan hidup pada pakaian katun hingga 90 hari, sementara di kain poliester bisa mencapai 200 hari jika disimpan pada suhu ruangan.
Kulit manusia secara alami tertutup oleh jutaan bakteri, jamur, dan virus yang dikenal sebagai mikrobioma kulit. Setiap pakaian yang dipakai akan bersentuhan langsung dengan mikroba tersebut.
Mikrobioma yang normal bagi seseorang dapat menjadi sumber penyakit bagi orang lain, terutama pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Baca Juga: Waspada! Puncak Musim Hujan 2025 Berlangsung 4 Bulan, Ini Persiapan Penting untuk Rumah
Cara Aman Berbelanja Thrift
Untuk mengurangi risiko, selalu cucilah pakaian thrift dengan air panas antara 60-70 derajat Celcius menggunakan deterjen. Keringkan menggunakan mesin pengering panas atau jemur di bawah sinar matahari yang langsung.
Terakhir, setrika dengan suhu tinggi untuk menghilangkan sisa bakteri, virus, dan telur parasit yang mungkin masih menempel.
Kenakan sarung tangan saat berbelanja dan hindari pakaian yang memiliki noda atau bau tidak sedap. Dengan langkah pencegahan yang tepat, Anda masih bisa menikmati aktivitas thrifting tanpa khawatir tentang risiko kesehatan.
Editor : Ali Sodiqin