Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bukan Sekadar Anti-Valentine, Ini Makna Hari Jomblo 11 November

Bayu Shaputra • Selasa, 11 November 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi seseorang jomblo.
Ilustrasi seseorang jomblo.

RADARSITUBONDO.ID - Setiap tanggal 11 November, banyak orang di berbagai negara merayakan sesuatu yang disebut Hari Jomblo Sedunia.

Acara ini dimulai oleh empat mahasiswa laki-laki yang masih sendiri di asrama Mingcaowuzhu, Universitas Nanjing, Tiongkok pada tahun 1993.

Mereka berbicara tentang cara menyenangkan diri ketika tidak memiliki pasangan dan sepakat untuk menjadikan 11 November sebagai hari spesial untuk merayakan status lajang mereka.

 Baca Juga: Exco PSSI Sumringah, Bojan Hodak Tinggalkan Persib Bandung Demi Latih Timnas Indonesia?

Alasan memilih tanggal 11 November adalah karena ada empat angka "1" yang menunjukkan bahwa masing-masing dari mereka adalah individu yang sendiri.

Dalam bahasa internet di Tiongkok, angka ini juga dikenal sebagai "tongkat telanjang," yang artinya seseorang yang belum menikah dan tidak ingin menambah 'ranting' ke dalam keluarga.

 Baca Juga: 32 Tahun Menanti Keadilan, Marsinah Akhirnya Raih Gelar Pahlawan Nasional

Awalnya, perayaan ini dibuat sebagai cara untuk menentang Hari Valentine yang dianggap terlalu komersil dan romantis. Apa yang dimulai sebagai lelucon di kalangan mahasiswa, sekarang telah menjadi sebuah acara besar di seluruh dunia yang melewati batas wilayah dan budaya.

Perubahan terbesar terjadi pada tahun 2009 ketika Alibaba mengubah Hari Jomblo menjadi festival belanja terbesar dengan mengadakan diskon selama 24 jam.

Sejak saat itu, merayakan hari ini yang awalnya sederhana telah berkembang menjadi acara belanja online yang lebih populer daripada Black Friday dan Cyber Monday.

 Baca Juga: Tiket Masuk Wisata Pantai Tampora di Situbondo Dikeluhkan, Terlalu Mahal

Sekarang, Hari Jomblo dirayakan tidak hanya oleh mereka yang lajang, tetapi juga oleh orang-orang yang menghargai kemandirian, termasuk yang sudah berpasangan.

Perayaan ini juga sudah menyebar ke negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat, menjadi kesempatan untuk merayakan cinta pada diri sendiri, kemandirian, dan kebebasan untuk memilih jalan hidup tanpa tekanan dari orang lain.

Editor : Ali Sodiqin
#Hari Jomblo Sedunia