RADARSITUBONDO.ID - Langit di Indonesia akan dipenuhi dengan pemandangan astronomi yang menakjubkan pada 4 Desember 2025.
Cold Moon, bulan purnama terakhir di tahun ini, akan mencapai puncaknya pada pukul 21. 48 WIB, menutup tahun dengan pertunjukan yang luar biasa di angkasa.
Cold Moon 2025 merupakan Supermoon ketiga secara berurutan setelah bulan Oktober dan November, membuatnya menjadi penutup yang megah untuk rangkaian fenomena langit tahun ini.
Bulan akan tampak 8% lebih besar dan 16% lebih terang dari biasanya, karena jaraknya dari Bumi adalah 356.980 kilometer.
Yang membuat peristiwa ini semakin unik, Cold Moon 2025 akan menjadi bulan purnama yang paling ekstrem hingga tahun 2042.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi karena musim lunar standstill 2024-2025, di mana Bulan mencapai titik tertingginya di Belahan Bumi Utara, sehingga sangat ideal untuk pengamatan dari berbagai tempat di Indonesia.
Asal Usul Nama Cold Moon
Nama Cold Moon berasal dari tradisi suku Mohawk yang mengaitkannya dengan penurunan suhu yang signifikan pada waktu tersebut.
Nama lain yang sering digunakan adalah Long Night Moon, yang merujuk pada panjangnya malam menjelang titik balik matahari di musim dingin.
Baca Juga: Data Terkini BNPB, Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 659 Orang, 475 Masih Hilang
Waktu dan Lokasi Terbaik
Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan peristiwa ini mulai pukul 21.48 WIB hingga dini hari. Cold Moon akan muncul di cakrawala bagian timur saat bulan terbit, memberikan pemandangan yang sangat jelas jika cuaca mendukung.
Tempat yang tepat untuk pengamatan meliputi area dengan polusi cahaya minimal seperti Pantai Anyer, Gunung Bromo, atau wilayah Papua.
Cold Moon juga akan membentuk segitiga dengan gugus bintang Pleiades dan bintang Aldebaran, sementara planet Jupiter akan terlihat dekat dengan Bulan. Konstelasi musim dingin Orion juga bisa diamati, menambah keindahan pemandangan malam.
Meskipun Indonesia saat ini memasuki musim hujan, BMKG memprediksi adanya cuaca cerah di beberapa daerah. Masyarakat diingatkan untuk memantau ramalan cuaca setempat guna memastikan langit bersih tanpa adanya awan tebal yang menghalangi pengamatan.
Editor : Ali Sodiqin