RADARSITUBONDO.ID - Penggemar astronomi di Tanah Air akan memiliki kesempatan untuk menyaksikan keajaiban langit pada tanggal 4-5 Desember 2025.
Puncak fase bulan purnama akan terjadi pada tanggal 5 Desember 2025 pukul 18.14 WIB, yang akan menyajikan pemandangan luar biasa untuk mengakhiri rangkaian supermoon sepanjang tahun ini.
Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan Cold Moon atau Cold Supermoon, sebuah istilah yang menggambarkan bulan purnama di akhir tahun saat suhu di belahan bumi utara cukup dingin.
Walaupun nama ini berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika, orang-orang di Indonesia juga dapat menikmati keindahan langit tanpa harus menghadapi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Presiden Prancis Bertemu Xi Jinping, Fokus pada Keseimbangan Perdagangan
Yang menarik dari supermoon kali ini adalah posisi Bulan. Titik terdekat Bulan ke Bumi (perigee) terjadi pada tanggal 4 Desember 2025 sekitar pukul 18. 07 WIB dengan jarak mencapai 356.900 km dari pusat Bumi ke pusat Bulan.
Jarak dekat ini membuat penampilan bulan menjadi lebih istimewa dibandingkan dengan bulan purnama biasa.
Bulan akan tampak hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada saat berada di posisi paling jauh dari Bumi.
Marufin Sudibyo, seorang astronom amatir, menjelaskan bahwa fenomena ini bisa diamati mulai Kamis sore saat matahari terbenam hingga Jumat pagi saat fajar menyingsing.
Baca Juga: Secercah Kebahagiaan di Gaza, Pernikahan Massal 54 Pasangan di Khan Younis Curi Perhatian Dunia
Warga Indonesia tidak memerlukan peralatan khusus untuk menyaksikan Cold Supermoon. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah ketika bulan terbit di ufuk timur atau menjelang terbenam, karena ilusi optik membuat bulan terlihat lebih besar saat mendekati cakrawala.
Namun, fenomena ini juga datang dengan beberapa efek samping. BMKG telah mengingatkan bahwa fase perigee serta bulan purnama bisa meningkatkan tinggi permukaan air laut, sehingga wilayah pesisir di Indonesia perlu waspada terhadap potensi banjir rob.
Supermoon di bulan Desember 2025 akan menjadi yang ketiga dan terakhir dari rangkaian supermoon berturut-turut pada bulan Oktober, November, dan Desember.
Ini juga merupakan bulan purnama terbesar kedua selama tahun 2025, menjadikannya sebagai penutup yang sempurna untuk kalender astronomi pada tahun ini.
Editor : Ali Sodiqin