Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Fenomena 'Zero Post': Gen Z Tinggalkan Kebiasaan Berbagi di Media Sosial

Bayu Shaputra • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:20 WIB
Tren Zero Post dikalangan Gen Z.
Tren Zero Post dikalangan Gen Z.

RADARSITUBONDO.ID - Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini menghadirkan konsep yang bertolak belakang di dunia digital.

Meskipun mereka adalah generasi yang paling terampil di bidang teknologi, banyak dari mereka memilih untuk tidak mengisi akun media sosial mereka dengan unggahan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Financial Times menunjukkan bahwa penggunaan media sosial menurun sekitar 10 persen, terutama di kalangan anak muda. Penelitian tersebut melibatkan 250. 000 pengguna media sosial dari dekat 20 negara.

Istilah "posting zero" diperkenalkan oleh penulis Kyle Chayka dari The New Yorker dalam kolom Infinite Scroll miliknya. Chayka menggambarkan istilah ini sebagai kondisi di mana individu berhenti membagikan kehidupan mereka di media sosial karena merasa lelah dengan kebisingan, gesekan, dan paparan publik.

 Baca Juga: Bangkok United Beri Penghormatan Khusus Jelang Laga, Bawa Jersey Pratama Arhan

Fenomena ini juga disebut "grid zero", yang merujuk pada kebiasaan membiarkan feed Instagram kosong hingga tertulis "no posts yet".

Konsep grid zero ini pertama kali dikemukakan oleh Bobby Allyn, seorang reporter teknologi dari NPR. org, sekitar April 2023.

Kim Garcia dari Meta, yang terlibat dalam memimpin penelitian mengenai tren budaya di Instagram, menegaskan bahwa tren 0 postingan benar-benar berkembang di kalangan Gen Z.

Mereka cenderung ingin menjaga privasi, menghindari jejak digital, serta menolak keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

 Baca Juga: Begini Cara Cek Rute Ganjil Genap Jakarta di Google Maps

Ada beberapa alasan yang mendorong tren ini. Yang pertama, keinginan untuk menjaga privasi di tengah kekhawatiran tentang paparan yang terlalu banyak.

Yang kedua, kebosanan terhadap tekanan untuk terlihat sempurna di media sosial. Gen Z berusaha menekankan pentingnya privasi dan menghindari ekspektasi publik terhadap "konten yang sempurna".

Yang ketiga, perubahan cara berinteraksi. Pengguna Instagram kini lebih memilih untuk mengirim pesan dan mengunggah konten ke teman, daripada membagikan pembaruan di feed utama mereka. Mereka beralih ke pesan grup pribadi, direct message, atau platform yang lebih bersifat sementara seperti Snapchat.

Tren tanpa unggahan mencerminkan perubahan signifikan dalam cara Gen Z memandang media sosial. Platform yang awalnya dirancang untuk membagikan kehidupan sehari-hari kini dianggap lebih sebagai arena persaingan dan konsumsi konten komersial dibandingkan sebagai ruang untuk interaksi sosial yang sejati.

Editor : Ali Sodiqin
#Tren Zero Post