RADARSITUBONDO.ID - Banyak orang Muslim merasa bingung saat lupa mencatat berapa hari puasa Ramadhan yang belum dilaksanakan. Situasi ini sering terjadi, terutama bagi mereka yang punya utang puasa dari tahun-tahun sebelumnya.
Sesuai dengan aturan fiqih, seseorang yang tidak ingat dengan jelas berapa hari utang puasanya harus bersikap hati-hati.
Para ulama menyarankan untuk memperkirakan jumlah hari dengan perkiraan yang paling mendekati keyakinan. Jika masih ada keraguan, lebih baik mengambil angka yang lebih tinggi untuk memastikan semua kewajiban terpenuhi.
Baca Juga: Pecinta Avatar Merapat! Film Ketiga James Cameron Tayang Hari Ini di Bioskop Tanah Air
Dalam praktiknya, penting bagi seseorang untuk mengingat kembali tahun-tahun di mana ia tidak berpuasa secara penuh. Contohnya, wanita yang sedang haid biasanya meninggalkan sekitar 7-10 hari setiap bulannya. Seseorang yang sakit atau sedang dalam perjalanan bisa menghitung berdasar lamanya kondisi tersebut.
Para ulama menekankan pentingnya segera melaksanakan qadha puasa tanpa menunda-nunda. Jika seseorang memperkirakan mempunyai utang puasa selama 15 hari tetapi merasa ragu, lebih baik membayar 20 hari sebagai langkah hati-hati. Setelah selesai, jika sudah merasa cukup yakin, kewajiban tersebut dianggap selesai.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Gagal Raih Perunggu, Kalah 0-2 dari Thailand di SEA Games 2025
Para ahli fiqih juga menyarankan untuk selalu mencatat setiap kali ada alasan untuk tidak berpuasa, supaya tidak mengalami kebingungan yang sama di kemudian hari.
Editor : Ali Sodiqin