Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konsumsi Air Garam Saat Perut Kosong, Benarkah Baik untuk Usus?

Bayu Shaputra • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi garam.
Ilustrasi garam.

RADARSITUBONDO.ID - Memulai pagi dengan segelas air garam hangat adalah praktik tradisional yang sedang mendapatkan perhatian kembali.

Minuman ini berfungsi sebagai laxative alami yang mendorong gerakan usus dan mendukung kesehatan sistem pencernaan.

 Baca Juga: Xiaomi Kembangkan Ponsel Baterai 10.000 mAh dengan Ketebalan di Bawah 8,5 mm

Air garam merangsang kelenjar liur dalam mulut dengan membebaskan amilase, yang merupakan langkah awal krusial untuk proses pencernaan.

Di dalam perut, kandungan garam alami dapat meningkatkan produksi asam klorida dan enzim yang memecah protein, sehingga makanan bisa dicerna dengan lebih baik.

 Baca Juga: Realme GT 8 Pro Absen di Indonesia, Namun Ada Kejutan Lain di 2026

Suhu hangat air membantu mengendurkan otot-otot pencernaan, memperlancar proses pencernaan dan mengurangi rasa kembung.

Garam juga berfungsi untuk melunakkan tinja, mengurangi sembelit, serta meningkatkan penyerapannya oleh tubuh.

 Baca Juga: Pecinta Avatar Merapat! Film Ketiga James Cameron Tayang Hari Ini di Bioskop Tanah Air

Untuk penggunaan yang aman, campurkan 1/8 hingga 1/4 sendok teh garam Himalaya atau garam laut ke dalam 250 ml air hangat. Konsumsilah saat perut kosong, sebelum sarapan, dan tidak lebih dari sekali dalam sehari.

Peringatan: Bagi penderita hipertensi, penyakit ginjal, atau masalah jantung harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai kebiasaan ini. Terlalu banyak konsumsi garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.

Editor : Ali Sodiqin
#Meminum air garam