RADARSITUBONDO.ID - Matcha dan teh hijau berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, tetapi metode pengolahannya dan cara penyajiannya menghasilkan perbedaan nutrisi yang mencolok.
Perbedaan yang paling signifikan ada pada proses pengolahan. Matcha dibuat dari daun teh yang ditutupi selama 20-30 hari sebelum dipanen, yang meningkatkan tingkat klorofil dan asam amino L-theanine.
Daun tersebut kemudian dihaluskan menjadi bubuk, sehingga seluruh bagian daun bisa dikonsumsi. Sementara itu, teh hijau biasa hanya diseduh, dan daunnya dibuang setelahnya.
Baca Juga: Xiaomi Kembangkan Ponsel Baterai 10.000 mAh dengan Ketebalan di Bawah 8,5 mm
Karena konsumsi seluruh daun, matcha memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi. Satu cangkir matcha setara dengan sepuluh cangkir teh hijau biasa dalam hal jumlah katekin, yang merupakan antioksidan utama pada teh hijau.
Matcha juga memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, sekitar 70 mg per cangkir, dibandingkan dengan 30-50 mg pada teh hijau.
Gabungan kafein dan L-theanine dalam matcha memberikan dorongan energi yang lebih konsisten tanpa efek gelisah yang sering terjadi akibat kopi.
Namun, harga matcha jauh lebih mahal karena proses produksinya yang kompleks dan membutuhkan banyak tenaga kerja. Kualitas matcha terbaik, yang dikenal sebagai ceremonial grade, dapat mencapai ratusan ribu rupiah untuk setiap 30 gram.
Editor : Ali Sodiqin