RADARSITUBONDO.ID - Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah yang memiliki nilai khusus sebagai salah satu dari empat bulan suci, bersanding dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Indonesia, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, dan berlanjut selama 30 hari hingga 19 Januari 2026.
Baca Juga: Gencatan Senjata yang Rapuh, Realitas Perang Thailand-Kamboja Desember 2025
Jadwal Puasa Rajab 2026
Puasa di bulan Rajab tidak ditetapkan pada tanggal tertentu, melainkan terbuka untuk dilakukan sepanjang bulan tersebut. Meskipun demikian, terdapat waktu-waktu yang diutamakan:
Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13-15 Rajab): 2, 3, dan 4 Januari 2026
Puasa Senin dan Kamis: Dapat dilakukan setiap hari Senin dan Kamis selama bulan Rajab
Puasa Daud: Pola berpuasa bergantian (sehari puasa, sehari berbuka) yang bisa dimulai dari 1 Rajab
Poin Penting: Umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa selama sebulan penuh di bulan Rajab karena tidak ada dasar hukumnya, dan tindakan ini dianggap makruh menurut mazhab Hambali.
Baca Juga: Dua Polisi Pengeroyok Matel di Kalibata Dipecat, Empat Lainnya Didemosi
Niat Puasa Rajab
Niat pada Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ
Arti: "Aku berniat untuk melaksanakan puasa sunnah Rajab esok hari demi Allah SWT"
Niat pada Siang Hari (Jika Terlupa pada Malam Hari)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri rajaba lillâhi ta'âlâ
Arti: "Hari ini saya niat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah ta'âlâ"
Baca Juga: Demi Saweran, Streamer Resbob Nekat Hina Suku Sunda
Niat untuk Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaytu shauma ayyâmil bidh lillâhi ta'âlâ
Arti: "Saya niat untuk melakukan puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta'âlâ"
Baca Juga: Xiaomi Kembangkan Ponsel Baterai 10.000 mAh dengan Ketebalan di Bawah 8,5 mm
Tata Cara Puasa Rajab
Puasa Rajab dilakukan dengan cara yang sama seperti puasa sunnah umumnya:
Waktu Niat: Niat dapat diucapkan dari saat matahari terbenam hingga menjelang fajar. Jika lupa, niat dapat dilakukan di siang hari sebelum matahari tergelincir, asalkan belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Sahur: Disunnahkan untuk makan sahur sebelum waktu imsak sebagai persiapan untuk menjalani puasa.
Berpuasa: Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Berbuka: Segera berbuka begitu mendengar adzan Maghrib dengan menyantap makanan atau minuman yang manis.
Doa Berbuka: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي (Allaahumma innii as-aluka bi-rahmatikal latii wasi'at kulla syai-in an taghfira lii) - "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku. "
Baca Juga: Papua Diminta Tanam Kelapa Sawit untuk Kurangi Impor BBM Nasional
Keutamaan Puasa Rajab
Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, siapa pun yang berpuasa satu hari di bulan-bulan yang dimuliakan akan memperoleh pahala setara dengan puasa 30 hari. Puasa Rajab adalah persiapan rohani menjelang bulan Sya'ban dan Ramadhan yang penuh berkah.
Bulan Rajab adalah waktu yang sangat baik untuk meningkatkan ibadah seperti puasa sunnah, berdzikir, bersedekah, dan berdoa.
Dengan berpuasa di bulan Rajab, umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan mereka dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan yang akan menjadi awal Februari 2026.
Editor : Ali Sodiqin