Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengapa Natal Selalu Berwarna Merah dan Hijau? Ini Sejarah yang Jarang Diketahui

Bayu Shaputra • Jumat, 26 Desember 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi perayaan hari Natal.
Ilustrasi perayaan hari Natal.

RADARSITUBONDO.ID - Kombinasi warna merah dan hijau telah menjadi simbol visual yang erat kaitannya dengan Natal. Namun, apakah Anda pernah mempertanyakan asal mula tradisi tersebut?

Sejak zaman dulu, suku Celtic kuno mengagungkan tanaman holly karena kemampuan tanaman itu untuk bertahan di tengah musim dingin.

Mereka meyakini bahwa tanaman dengan daun hijau tua dan buah beri merah cerah ini memberikan perlindungan serta keberuntungan. Holly digantung di rumah untuk mengusir roh-roh jahat sambil menambahkan keindahan alam di tengah suasana musim yang suram.

Saat Agama Kristen menyebar ke berbagai penjuru Eropa, makna simbolis yang ada mengalami perubahan. Warna merah dianggap mewakili darah Kristus yang terkorbankan, sedangkan hijau melambangkan pembaruan serta kehidupan abadi yang ada dalam Yesus.

Pohon cemara yang hijau sepanjang tahun menjadi lambang kehidupan abadi, sementara buah holly merah dikaitkan dengan pengorbanan Kristus.

Pada abad ke-19, era Victoria memperkenalkan kembali kombinasi warna tersebut melalui kartu Natal dan dekorasi rumah. Selanjutnya, pada tahun 1931, ilustrator Haddon Sundblom menciptakan gambar Sinterklas berpakaian merah untuk kampanye iklan Coca-Cola, yang kemudian mengukuhkan warna merah sebagai simbol Natal modern yang ikonik.

Dari sudut pandang desain, merah dan hijau adalah warna yang saling melengkapi serta menciptakan kontras visual yang menarik. Gabungan ini tidak hanya enak dipandang, tetapi juga mengandung banyak makna spiritual yang telah tertanam dalam tradisi Natal di seluruh dunia selama berabad-abad.

Editor : Ali Sodiqin
#Perayaan Natal #Warna merah dan hijau