RADARSITUBONDO.ID - Varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang sering disebut sebagai super flu, sudah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025 dengan jumlah 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.
Provinsi yang paling banyak terpengaruh adalah Jawa Timur (23 kasus), Kalimantan Selatan (18 kasus), dan Jawa Barat (10 kasus).
Namun, Kementerian Kesehatan menekankan bahwa situasi masih dapat dikendalikan dan tidak menunjukkan gejala keparahan yang lebih tinggi.
Profesor Agus Dwi Susanto dari RS Paru Persahabatan menyatakan bahwa gejala subclade K cenderung lebih parah, termasuk demam hingga 39-41 derajat Celsius, nyeri otot yang signifikan, rasa lelah yang ekstrem, batuk kering, serta sakit kepala dan tenggorokan yang berat.
Virus ini sangat mudah menular, karena satu orang bisa menularkan penyakit ini kepada dua atau tiga orang lainnya.
Baca Juga: Cara Penggunaan E-Kinerja BKN dari Login Hingga Penilaian
Langkah Pencegahan
Ketua IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa virus ini dapat mengatasi kekebalan tubuh yang telah ada sebelumnya, sehingga perlindungan tambahan sangat penting.
Berikut adalah strategi perlindungan yang disarankan:
Pertama, perkuat sistem imun dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, dan berolahraga secara teratur.
Kedua, terapkan protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan dan mengenakan masker saat berada di tempat ramai atau berinteraksi dengan orang yang sakit.
Ketiga, pikirkan untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahun. Profesor Thomas Russo dari Universitas Buffalo menyampaikan bahwa vaksin bisa mengurangi risiko rawat inap dan masalah serius, walaupun tidak sepenuhnya menghentikan penularan.
Keempat, kelompok yang rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dengan penyakit penyerta, dan orang dengan penyakit kronis harus lebih waspada. Pastikan kebersihan lingkungan dan hindari tempat ramai ketika kesehatan sedang tidak baik.
Baca Juga: KUHAP dan KUHP Terbaru Resmi Berlaku Hari Ini
Akhirnya, jika merasakan gejala flu, segeralah beristirahat di rumah, gunakan masker, dan berkonsultasilah dengan tenaga medis jika demam tidak kunjung reda, mengalami gejala dehidrasi, atau kesulitan bernapas. Obat antivirus seperti Tamiflu dan Xofluza bisa membantu jika diberikan segera setelah gejala pertama muncul.
Kementerian Kesehatan terus memperkuat pengawasan dan meminta masyarakat untuk tetap menerapkan gaya hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan yang lebih luas.
Editor : Ali Sodiqin