RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah China secara resmi memberlakukan batasan pada pembuatan konten drama pendek yang berfokus pada kisah cinta antara CEO kaya dan perempuan miskin melalui aturan baru dari Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (NRTA).
Kebijakan ini diterapkan sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah drama digital yang menggambarkan hubungan romantis antara pria kaya berpengaruh dan wanita dari latar belakang ekonomi rendah.
Drama romantis yang melibatkan CEO dan tokoh miskin biasanya ditayangkan di platform video pendek seperti Douyin dan WeTV, yang telah menjadi populer dan menghibur jutaan penonton dengan alur yang sederhana namun menarik.
Format drama pendek ini seringkali menampilkan pria kaya yang memiliki kekuasaan besar yang membantu dan jatuh cinta pada wanita biasa, biasanya diakhiri dengan pernikahan yang bahagia.
Baca Juga: Kakek Masir Bebas, Terharu Disambut Keluarga Besar
Pihak berwenang telah memperingatkan para pembuat konten untuk menghindari secara tidak sengaja menciptakan materi yang provokatif yang menonjolkan kekayaan dan kekuasaan.
Aturan baru ini menekankan perlunya menjauhi konten yang memuja pernikahan dengan orang kaya semata, karena pemerintah khawatir bahwa konten seperti itu dapat menanamkan harapan tidak realistis dan mendukung pandangan materialistis di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Beberapa langkah yang diusulkan termasuk pengurangan jumlah drama yang diproduksi, peningkatan mutu, dan penghindaran penggunaan istilah seperti "CEO dominan" untuk menarik audiens. Para pembuat konten diharapkan mengikuti prinsip realisme dalam menciptakan drama pendek yang menampilkan komunitas wirausaha.
Baca Juga: Jelang Bebas, Kakek Masir Diliputi Rindu Keluarga: Sulit Tidur dan Tak Sabar Pulang Kampung
Para pembuat konten diminta untuk menyuguhkan kisah nyata pengusaha asal China baik dari perspektif sejarah maupun modern, bukan hanya berfokus pada konflik cinta dan pertikaian keluarga yang klise.
Drama pendek juga dilarang untuk sengaja menarik perhatian melalui konten yang mempromosikan materialisme, pamer kekayaan, kekuasaan, atau hedonisme.
Regulasi ini turut melarang drama yang mendorong pandangan tentang kesuksesan yang cepat, kekayaan instan, atau prinsip mendapatkan sesuatu tanpa usaha. Tema dan karakter tokoh utama diharapkan tetap sejalan dengan nilai-nilai masyarakat China yang umum.
Kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam industri hiburan China menuju narasi yang lebih realistis, sehat secara sosial, dan bertanggung jawab terhadap nilai-nilai moral publik.
Editor : Ali Sodiqin