RADARSITUBONDO.ID - Umat Islam akan kembali menjumpai Nisfu Syaban yang bertepatan dengan tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah.
Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai salah satu malam istimewa, di mana rahmat serta ampunan Allah SWT dilimpahkan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Selain keutamaan malamnya, bulan Syaban juga memiliki nilai khusus dalam praktik ibadah Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu anha, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadan. Namun, beliau tercatat paling banyak menjalankan puasa sunnah justru di bulan Syaban.
Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara
Puasa di bulan Syaban dipandang sebagai bentuk persiapan rohani dan jasmani menjelang datangnya Ramadan. Ibadah ini melatih kedisiplinan sekaligus membiasakan tubuh agar lebih siap menjalani puasa wajib selama sebulan penuh.
Para ulama mengibaratkan puasa Syaban sebagai pembuka sebelum memasuki “panggung utama” Ramadan. Selain menjadi latihan, bulan ini juga disebut sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan ke hadapan Allah SWT. Karena itu, berpuasa dinilai sebagai salah satu cara agar amal diangkat dalam kondisi terbaik.
Baca Juga: Kemendikdasmen Belum Tetapkan Jadwal Libur Ramadhan 2026, Ini yang Perlu Orangtua Tahu
Tidak hanya puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah lain di bulan Syaban. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, bersedekah, serta membaca Al-Qur’an.
Khusus pada malam Nisfu Syaban, masyarakat kerap mengisinya dengan shalat malam dan doa memohon ampunan, sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama.
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa tidak terdapat ibadah khusus yang secara tegas ditetapkan dalam hadis sahih untuk malam Nisfu Syaban. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan tetap menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.
Momentum Nisfu Syaban diharapkan dapat menjadi sarana introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, serta mempersiapkan hati dan mental dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh keikhlasan dan semangat ibadah.
Editor : Ali Sodiqin