RADARSITUBONDO.ID - Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam. Peringatan ini jatuh setiap tanggal 15 Syaban dalam penanggalan Hijriah dan kerap dimaknai sebagai malam penuh keberkahan.
Tak sedikit umat Islam yang mengisinya dengan berbagai amalan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah di siang hari. Lantas, bagaimana pandangan para ulama terkait hukum puasa Nisfu Syaban?
Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara
Hukum Puasa Nisfu Syaban Menurut Ulama
Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa yang dilakukan pada tanggal 15 Syaban hukumnya sunnah. Artinya, ibadah ini dianjurkan dan mendatangkan pahala bagi yang menjalankannya, namun tidak menimbulkan dosa bagi mereka yang tidak melaksanakannya.
Dalam pandangan mazhab Syafi’i, puasa Nisfu Syaban termasuk amalan sunnah yang selaras dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban.
Pendapat serupa juga disampaikan ulama mazhab Hanafi yang membolehkan dan menganjurkan puasa di pertengahan bulan Syaban sebagai ibadah sunnah.
Baca Juga: Kemendikdasmen Belum Tetapkan Jadwal Libur Ramadhan 2026, Ini yang Perlu Orangtua Tahu
Dalil dan Dasar Anjuran
Anjuran puasa di bulan Syaban memiliki landasan kuat dalam hadis. Riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa di bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Hadis ini menjadi dasar bahwa puasa di bulan tersebut, termasuk pada tanggal 15 Syaban, merupakan bagian dari sunnah Nabi.
Selain itu, tanggal 15 Syaban juga termasuk dalam kategori ayyamul bidh atau hari-hari purnama (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah) yang memang dianjurkan untuk berpuasa setiap bulan. Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban tidak termasuk amalan yang dilarang.
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa sunnah Nisfu Syaban, berikut bacaan niat yang dianjurkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bâna lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat berpuasa besok untuk menunaikan sunnah Syaban karena Allah Ta’ala.
Keutamaan Puasa Nisfu Syaban
Puasa di bulan Syaban, termasuk pada Nisfu Syaban, dinilai memiliki keutamaan sebagai bentuk persiapan rohani menjelang Ramadan.
Malam Nisfu Syaban juga diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bertakwa.
Sejumlah ulama besar, seperti Imam Nawawi dan Ibnu Rajab Al-Hanbali, menegaskan bahwa puasa di bulan Syaban memiliki dasar yang jelas dalam sunnah Rasulullah SAW. Karena itu, anggapan bahwa puasa Nisfu Syaban merupakan amalan bid’ah dinilai tidak tepat.
Dengan memahami hukum, dalil, dan keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat menjalankan puasa Nisfu Syaban dengan penuh keyakinan sebagai salah satu bentuk ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Editor : Ali Sodiqin