RADARSITUBONDO.ID - Nisfu Syaban diperingati setiap tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Malam tersebut diyakini memiliki keutamaan khusus dalam tradisi Islam.
Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Puasa Nisfu Syaban diawali dengan membaca niat yang dapat dilafalkan saat sahur atau sebelum terbit fajar. Adapun bacaan niatnya adalah
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada-i sunnati Nisfi Sya’ban lillahi ta’ala”, yang berarti berniat menjalankan puasa sunnah Nisfu Syaban karena Allah SWT.
Baca Juga: Hukum Puasa Nisfu Syaban, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Secara umum, tata cara puasa Nisfu Syaban tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Umat Muslim dianjurkan makan sahur sebelum waktu imsak, kemudian menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Saat waktu berbuka tiba, dianjurkan membaca doa dan menyegerakan berbuka dengan makanan sederhana seperti kurma atau air putih.
Malam Nisfu Syaban juga kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan ibadah, mulai dari salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa.
Momentum ini dianggap tepat untuk melakukan introspeksi diri serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Baca Juga: Kemendikdasmen Belum Tetapkan Jadwal Libur Ramadhan 2026, Ini yang Perlu Orangtua Tahu
Selain bernilai ibadah, puasa Nisfu Syaban juga memiliki hikmah sebagai latihan fisik dan mental menjelang Ramadan.
Dengan membiasakan diri berpuasa di bulan Syaban, umat Muslim diharapkan lebih siap menjalani bulan penuh ibadah serta meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh.
Editor : Ali Sodiqin