RADARSITUBONDO.ID - Bad Bunny kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama musik dunia pada 2026. Musisi asal Puerto Rico itu mencetak sejarah setelah meraih Album of the Year di ajang Grammy Awards lewat album Debí Tirar Más Fotos.
Tak berhenti di situ, penampilannya di Super Bowl LX halftime show juga menuai pujian luas. Pencapaian ini menjadikannya artis berbahasa Spanyol pertama yang sukses menorehkan prestasi tersebut di panggung global.
Nama Benito Antonio Martínez Ocasio kian diperbincangkan setelah sederet lagu andalannya kembali mencuri perhatian publik dunia, khususnya lewat penampilan spektakuler di Super Bowl yang disaksikan sekitar 135 juta penonton.
Baca Juga: Dikeroyok di Jalan Cappore, Siswa Asal Kapongan Koma Dirujuk ke RS Jember
DtMF, lagu unggulan dari album pemenang Grammy tersebut, berhasil menembus posisi puncak Billboard Global 200. Lagu ini menjadi penutup megah dalam penampilan halftime show Bad Bunny. Dengan nuansa yang lebih intim dan emosional, “DtMF” mencerminkan kematangan musikal sang bintang.
Sementara itu, Tití Me Preguntó, single yang dirilis pada 2022, tetap menunjukkan daya tariknya. Lagu berenergi tinggi ini dipilih sebagai pembuka penampilan di Super Bowl LX, menegaskan statusnya sebagai salah satu karya Bad Bunny yang paling ikonik. Beat reggaeton yang kuat dan lirik yang mudah diingat membuat lagu ini terus digemari lintas generasi.
Lagu Yo Perreo Sola juga kembali menjadi sorotan. Anthem bertema pemberdayaan ini menghadirkan momen ikonik saat Bad Bunny memanjat casita, rumah tradisional Puerto Rico, di tengah penampilannya. Aksi tersebut langsung viral dan ramai dibicarakan di media sosial.
Dari album terbarunya, Monaco tampil sebagai salah satu highlight. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah produser papan atas dan menjadi andalan dalam Debí Tirar Más Fotos World Tour. Di panggung Super Bowl, “Monaco” dibawakan dengan koreografi dinamis yang memukau penonton.
Adapun El Apagón kembali menegaskan sisi kritis Bad Bunny. Lagu bermuatan sosial-politik ini dibawakan dari atas platform tinggi, menjadi simbol keberaniannya dalam menyuarakan isu-isu Puerto Rico. Meski dirilis pada 2022, pesan lagu tersebut tetap relevan dan sejalan dengan narasi perjuangan yang diangkat dalam album terbarunya.
Editor : Ali Sodiqin