RADARSITUBONDO.ID - Musisi dunia Bad Bunny kembali mencatatkan namanya dalam sejarah industri musik internasional. Penyanyi bernama asli Benito Antonio Martínez Ocasio itu membuktikan bahwa perbedaan bahasa bukan lagi penghalang untuk meraih pengakuan global.
Pada ajang Grammy Awards Februari 2026, Bad Bunny meraih penghargaan paling prestisius, Album of the Year, lewat album berbahasa Spanyol Debí Tirar Más Fotos. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama sepanjang sejarah Grammy.
Tak hanya itu, ia juga membawa pulang piala Best Música Urbana Album serta Best Global Music Performance untuk lagu EoO. Raihan tersebut menandai perubahan besar dalam cara industri musik global memandang keberagaman budaya.
Baca Juga: Dikeroyok di Jalan Cappore, Siswa Asal Kapongan Koma Dirujuk ke RS Jember
Karier Bad Bunny mulai menanjak sejak 2016, bersamaan dengan meledaknya lagu Despacito yang membuka jalan musik Latin ke pasar dunia pada 2017. Berbeda dari sejumlah musisi Latin pendahulunya yang memilih beralih ke bahasa Inggris, Bad Bunny tetap setia menggunakan bahasa Spanyol lengkap dengan slang khas Puerto Rico.
Konsistensinya ini justru memperkuat identitas musikalnya, meski ia berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Cardi B, J Balvin, Drake, hingga Rosalía.
Popularitas Bad Bunny kian menguat pada 2025 ketika ia dinobatkan sebagai artis paling banyak diputar di Spotify secara global untuk keempat kalinya dengan total 19,8 miliar streaming.
Album Debí Tirar Más Fotos juga menjadi album terlaris tahun tersebut dan memicu tren #DTMF di TikTok yang diikuti jutaan pengguna lintas negara. Tur dunianya pun mencatat penjualan 2,6 juta tiket dalam waktu singkat.
Baca Juga: Empat Skema Distribusi MBG Dirancang Khusus untuk Bulan Ramadan
Tak hanya soal musik, Bad Bunny dikenal berani menantang pakem. Ia kerap tampil dengan gaya fesyen gender-fluid, mulai dari kuku dicat hingga rok, sekaligus menyuarakan isu sosial seperti status Puerto Rico, kesehatan mental, dan identitas budaya.
Dalam karya-karyanya, ia memadukan reggaeton, Latin trap, rock, hingga eksperimen suara modern tanpa melepaskan akar tradisi Puerto Rico.
Puncaknya, Bad Bunny tampil sebagai artis Latin solo pertama yang menjadi headliner Super Bowl Halftime Show 2026. Penampilan tersebut menjadi simbol pengakuan dunia bahwa autentisitas budaya kini justru menjadi kekuatan utama dalam meraih kesuksesan arus utama.
Melalui perjalanan kariernya, Bad Bunny menunjukkan bahwa di tengah globalisasi, keberanian untuk tetap otentik adalah kunci untuk menembus batas dunia.
Editor : Ali Sodiqin