Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengungkap Sejarah Valentine: Dari Pengorbanan Santo hingga Tradisi Kasih Sayang Global

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:58 WIB
Hari Valentine.
Hari Valentine.

RADARSITUBONDO.ID - Setiap 14 Februari, masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan Hari Valentine sebagai momentum untuk mengungkapkan kasih sayang. Namun, di balik tradisi romantis yang identik dengan bunga, cokelat, dan kartu ucapan, tersimpan kisah panjang yang berakar sejak era Romawi kuno.

Nama Valentine diyakini berasal dari sosok Santo Valentinus, seorang pendeta pada abad ke-3 di masa Kekaisaran Romawi. Kala itu, Kaisar Claudius II mengeluarkan larangan bagi pria lajang untuk menikah karena dianggap lebih fokus menjadi prajurit. Namun, Valentinus menentang kebijakan tersebut dengan tetap menikahkan pasangan muda secara diam-diam.

Aksi tersebut akhirnya terungkap. Ia dipenjara dan dijatuhi hukuman mati pada 14 Februari. Konon, sebelum dieksekusi, Valentinus menulis surat terakhir dengan kalimat penutup “From your Valentine”. Ungkapan itu kemudian diyakini menjadi inspirasi tradisi pengiriman kartu dan surat cinta yang berkembang hingga kini.

 Baca Juga: Bahar bin Smith Tak Ditahan, Banser Tanggerang Ancam Turun ke Jalan

Tak hanya berkaitan dengan kisah sang santo, sejumlah sejarawan juga mengaitkan Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia. Perayaan yang digelar setiap pertengahan Februari tersebut merupakan ritual kesuburan dan kesehatan.

Pada akhir abad ke-5, Paus Paus Gelasius I menetapkan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine, menggantikan tradisi pagan Lupercalia dengan perayaan bernuansa religius.

Tradisi Valentine terus berkembang seiring waktu. Pada abad ke-15, kebiasaan menulis surat cinta mulai populer di Eropa. Salah satu yang paling terkenal adalah surat cinta yang dikirimkan oleh Charles d'Orléans kepada istrinya saat ia dipenjara di Tower of London. Surat tersebut kerap disebut sebagai salah satu kartu Valentine tertua di dunia.

 Baca Juga: Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Masih Bisa Digunakan untuk Pertandingan Liga 2

Selain kartu dan bunga, cokelat juga menjadi simbol perayaan kasih sayang. Sejak abad ke-17, masyarakat Eropa dan Amerika Tengah mulai mempopulerkan cokelat bercita rasa manis sebagai media untuk menyampaikan perasaan cinta.

Di era modern, makna Valentine semakin luas. Tak lagi terbatas pada hubungan romantis, momen ini juga dimaknai sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, sahabat, hingga orang terdekat.

Baik melalui hadiah sederhana, pesan hangat, maupun tindakan penuh perhatian, Hari Valentine kini menjadi simbol universal apresiasi terhadap orang-orang tercinta.

Editor : Ali Sodiqin
#Hari Valentine