Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sering Nonton Video 18+ Saat Puasa? Ini Dampaknya Menurut Islam

Bayu Shaputra • Selasa, 17 Februari 2026 - 10:15 WIB
Ilustrasi menonton video dewasa.
Ilustrasi menonton video dewasa.

RADARSITUBONDO.ID - Bulan Ramadan dikenal sebagai momen suci bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan maupun mengurangi pahala puasa.

Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, umat Muslim juga dituntut menjaga perilaku serta pandangan dari hal-hal yang dilarang agama.

Namun, di tengah kemudahan akses digital saat ini, masih ditemukan sebagian orang yang tetap mengonsumsi konten dewasa atau video 18+ saat menjalankan ibadah puasa. Lantas, bagaimana pandangan Islam terhadap perbuatan tersebut?

Dalam ajaran Islam, menonton konten pornografi jelas diharamkan, baik pada bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Larangan ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 30 yang memerintahkan orang beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan diri.

Perilaku tersebut kerap disebut sebagai “zina mata” karena dapat membuka pintu menuju perbuatan maksiat yang lebih besar.

 Baca Juga: Viral! Rekaman CCTV Tangkap Detik-detik Tembok Roboh Hantam SMPN 182 Jaksel

Lalu, apakah perbuatan tersebut membatalkan puasa? Mayoritas ulama berpendapat, secara hukum fikih, puasa seseorang tetap sah selama tidak melakukan hal-hal yang secara tegas membatalkan, seperti makan dan minum dengan sengaja.

Meski demikian, menonton konten dewasa dinilai sebagai perbuatan dosa yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.

Para ulama menegaskan bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang, termasuk mata, pikiran, dan hati. Jika seseorang tetap melakukan maksiat, maka esensi ibadah puasanya menjadi berkurang.

 Baca Juga: Akses Siswa Terancam! Jembatan Rapuh Menuju SDN 7 Dusun Berkong Arjasa Mendesak Diperbaiki

Dari sisi spiritual, kebiasaan tersebut berpotensi merusak kualitas ibadah. Selain mengurangi pahala, tindakan itu juga dapat menjauhkan seseorang dari keberkahan Ramadan. Hati yang terus terpapar hal-hal negatif dikhawatirkan menjadi keras dan sulit merasakan kekhusyukan dalam beribadah.

Tak hanya itu, paparan konten dewasa juga bisa memicu syahwat yang berujung pada perbuatan lain yang dilarang agama. Padahal, Ramadan sejatinya menjadi momentum untuk melatih pengendalian diri serta meningkatkan ketakwaan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, dzikir, serta menjaga pandangan dari segala hal yang dapat merusak kesucian puasa. Dengan demikian, Ramadan dapat dijalani secara lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Editor : Ali Sodiqin
#Ramadan 1447 Hijriah