RADARSITUBONDO.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kehadiran jeruk mandarin yang tertata rapi di meja ruang tamu maupun altar keluarga. Buah berwarna oranye cerah ini bukan sekadar suguhan untuk tamu, tetapi telah lama dipercaya sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Baca Juga: Barcelona Tumbang Dramatis di Kandang Girona, Posisi Puncak Melayang
Sarat Makna Filosofis
Jeruk mandarin dipilih bukan tanpa alasan. Dalam pelafalan bahasa Mandarin maupun dialek Kanton, penyebutan jeruk terdengar mirip dengan kata yang bermakna emas atau keberuntungan. Dalam dialek Kanton, jeruk disebut “gam” yang bunyinya serupa dengan kata “emas”.
Tak hanya dari sisi bunyi, warna kulitnya yang oranye keemasan juga melambangkan kemakmuran. Warna tersebut kerap dikaitkan dengan emas batangan yang menjadi simbol kekayaan dalam budaya Tiongkok.
Selain itu, bentuknya yang bulat sempurna dimaknai sebagai simbol keutuhan, keharmonisan keluarga, dan harapan hidup yang lengkap di tahun yang baru.
Baca Juga: Bukan Sekadar Uang, Ini Arti Angpao dalam Tradisi Imlek
Tradisi Tukar Jeruk saat Silaturahmi
Saat momen Imlek, masyarakat Tionghoa memiliki kebiasaan saling membawa jeruk mandarin ketika berkunjung ke rumah kerabat. Umumnya, tamu memberikan sepasang jeruk kepada tuan rumah. Sebagai balasan, tuan rumah juga memberikan sepasang jeruk kepada tamu.
Pertukaran ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol doa dan harapan agar kedua belah pihak sama-sama memperoleh rezeki serta keberuntungan. Jumlah genap dipilih karena dalam filosofi Tionghoa melambangkan keseimbangan dan keharmonisan.
Baca Juga: Empat Besar Liga Inggris Jadi Penentu Masa Depan Carrick di Old Trafford
Ritual untuk Anak-Anak
Ada pula tradisi unik yang dilakukan pada malam pergantian tahun. Sebagian keluarga meletakkan jeruk mandarin bersama amplop merah di samping bantal anak-anak yang sedang tidur. Ritual ini dipercaya dapat menangkal hal-hal buruk sekaligus membawa berkah keberuntungan.
Keesokan paginya, jeruk tersebut biasanya menjadi santapan pertama anak-anak saat bangun tidur, sebagai simbol awal tahun yang manis dan penuh harapan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Polres Situbondo Gencar Sikat Judi Togel, Penjual HK Diciduk di Warung
Dipercaya Membawa Energi Positif
Dalam praktik feng shui, jeruk mandarin diyakini mampu menghadirkan energi positif atau chi yang baik ke dalam rumah. Meletakkannya di ruang tamu, meja makan, atau dekat pintu masuk dipercaya dapat menarik kelimpahan rezeki sekaligus menciptakan suasana yang lebih cerah dan optimistis.
Aroma segar dari jeruk pun dipercaya membantu menetralisir energi negatif di sekitar rumah. Tak heran, buah ini selalu hadir dan menjadi bagian penting dalam setiap perayaan Imlek.
Lebih dari sekadar buah, jeruk mandarin telah menjadi simbol harapan, kemakmuran, dan kebahagiaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Tionghoa.
Editor : Ali Sodiqin