Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan: Wajib, Sunnah, atau Sekadar Tradisi?

Bayu Shaputra • Selasa, 17 Februari 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi mandi wajib.
Ilustrasi mandi wajib.

RADARSITUBONDO.ID - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026, muncul pertanyaan yang kerap berulang di tengah umat Muslim: apakah mandi wajib harus dilakukan sebelum memulai puasa hari pertama?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Dalam fikih Islam, mandi tidak termasuk rukun maupun syarat sah puasa. Artinya, seseorang tetap sah menjalankan puasa meskipun tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama Ramadan.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Takjil, Kolak Pisang Ternyata Media Dakwah Para Wali

Tidak Wajib, Kecuali dalam Kondisi Tertentu

Mengacu pada penjelasan NU Online dan Baznas, tidak ada dalil yang mewajibkan mandi sebelum memulai puasa Ramadan. Puasa tetap dinilai sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi, terutama niat yang dilakukan sebelum terbit fajar.

Namun, ada pengecualian penting. Jika seseorang berada dalam kondisi hadas besar, seperti junub, selesai haid, atau nifas, maka ia tetap wajib mandi. Kewajiban tersebut bukan untuk keabsahan puasa, melainkan sebagai syarat sah melaksanakan shalat fardu.

 Baca Juga: Khilaf Menonton Konten Dewasa Saat Puasa? Ini Panduan Taubat yang Benar

Dalil Hadis yang Menjadi Rujukan

Para ulama mendasarkan pendapatnya pada hadis sahih riwayat Muhammad al-Bukhari (no. 1927) dan Muslim ibn al-Hajjaj (no. 1106), dari sahabat Aisyah RA dan Ummu Salamah RA.

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub setelah berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa kondisi junub saat masuk waktu Subuh tidak membatalkan puasa, selama niat telah dilakukan sebelum fajar. Bahkan, ulama besar seperti Al-Nawawi menegaskan bahwa kebolehan tersebut telah menjadi ijma’ atau kesepakatan para ulama.

 Baca Juga: Hukum Melihat Video 18+ Saat Puasa Apakah Harus Qadha?

Mandi Sunnah sebagai Bentuk Persiapan

Meski tidak wajib, sebagian ulama menganjurkan mandi sunnah menjelang Ramadan sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin. Praktik ini dianalogikan dengan mandi sunnah sebelum shalat Jumat maupun shalat Id.

Anjuran tersebut merujuk pada riwayat dari Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Waktu yang dianjurkan untuk mandi sunnah menjelang Ramadan adalah pada malam terakhir bulan Sya’ban atau sebelum terbit fajar di hari pertama puasa.

 Baca Juga: Sering Nonton Video 18+ Saat Puasa? Ini Dampaknya Menurut Islam

Jangan Tunda hingga Tinggalkan Shalat

Meski puasa tetap sah dalam keadaan junub, menunda mandi wajib hingga melewati waktu shalat Subuh merupakan kesalahan serius. Sebab, shalat fardu harus dikerjakan dalam keadaan suci.

Karena itu, ketika waktu Subuh tiba, seseorang yang masih dalam keadaan hadas besar harus segera mandi wajib agar dapat menunaikan shalat tepat waktu.

Dengan memahami penjelasan ini, umat Islam diharapkan tidak lagi bingung dalam menyambut Ramadan. Yang terpenting adalah memastikan niat puasa dilakukan sebelum fajar, serta tetap menjaga kewajiban shalat dalam keadaan suci.

Editor : Ali Sodiqin
#Mandi wajib #Ramadan 1447 Hijriah