RADARSITUBONDO.ID - Ketika azan Magrib berkumandang, meja berbuka puasa masyarakat Indonesia hampir selalu dihiasi dua minuman segar yang menjadi favorit setiap Ramadan, yakni es campur dan es buah.
Keduanya dikenal sebagai takjil andalan yang sulit tergantikan, meski memiliki ciri khas dan cita rasa berbeda.
Es campur merupakan minuman tradisional yang telah lama melekat dalam budaya kuliner Nusantara. Sajian ini berisi beragam bahan seperti kolang-kaling, cincau hitam, nata de coco, pacar cina, hingga potongan roti tawar.
Semua bahan tersebut kemudian disiram sirup merah manis dan santan kelapa, lalu ditambahkan es serut sebagai penyegar. Kolang-kaling yang menjadi salah satu komponen utamanya diketahui mengandung serat dan mineral alami yang baik untuk pencernaan.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Tarawih Dimulai Selasa Malam
Berbeda dengan es campur, es buah menawarkan sensasi yang lebih ringan dan menyegarkan. Minuman ini didominasi aneka potongan buah segar seperti semangka, melon, nanas, anggur, dan pepaya.
Campuran air kelapa atau sirup serta es serut membuat rasanya semakin nikmat. Kandungan vitamin C, kalium, dan kadar air tinggi pada buah-buahan tersebut membantu mengembalikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.
Dari sisi peminat, es buah cenderung lebih populer di kalangan anak muda karena tampilannya yang cerah dan rasanya yang tidak terlalu berat. Sementara itu, es campur tetap menjadi pilihan lintas generasi berkat rasanya yang kaya serta memberi efek kenyang lebih lama.
Baca Juga: Berapa Kalori Kolak Pisang? Ini Kandungan Gizi dan Tips Lebih Sehat
Kedua minuman ini mudah ditemukan di berbagai lokasi, mulai dari pasar takjil Ramadan, pedagang kaki lima, hingga kafe modern yang menghadirkan varian premium. Soal harga pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp25.000 per porsi, tergantung lokasi penjualan dan kelengkapan isiannya.
Pada akhirnya, pilihan es campur atau es buah kembali pada selera masing-masing. Namun satu hal yang pasti, keduanya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa dan menghadirkan momen kebersamaan yang selalu dirindukan setiap Ramadan.
Editor : Ali Sodiqin