Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ditinggal Sejak Lahir, Bayi Monyet Ini Temukan 'Kehangatan' dari Boneka

Bayu Shaputra • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:45 WIB

Punch terlihat bersama boneka binatang di sebuah kebun binatang di Jepang setelah ditinggalkan oleh ibunya saat lahir.
Punch terlihat bersama boneka binatang di sebuah kebun binatang di Jepang setelah ditinggalkan oleh ibunya saat lahir.

RADARSITUBONDO.ID - Seekor bayi monyet makaka bernama Punch di Kebun Binatang Kota Ichikawa, Jepang, menjadi perhatian publik setelah video dan fotonya memeluk boneka orangutan viral di media sosial.

Tingkah menggemaskan Punch yang selalu meringkuk bersama boneka tersebut sukses menyentuh hati warganet dari berbagai negara.

Punch lahir pada Juli 2025. Namun tak lama setelah dilahirkan, ia ditinggalkan induknya. Penjaga kebun binatang, Kosuke Shikano, menjelaskan bahwa kasus penelantaran anak pada monyet memang terjadi dalam persentase tertentu.

Menurut Shikano, induk Punch mengalami kelelahan setelah melahirkan anak pertamanya di tengah terik musim panas.

Induk tersebut tidak menunjukkan naluri untuk merawat bayinya. Dalam kelompok monyet gunung, biasanya ada induk lain yang mengambil alih peran pengasuhan. Namun, kondisi itu tidak terjadi pada Punch.

 Baca Juga: Manchester United Uji Tren Positif di Markas Everton

Secara ilmiah, penelantaran anak pada primata dapat menjadi respons adaptif terhadap situasi yang tidak mendukung pengasuhan.

Induk yang masih sangat muda atau baru pertama melahirkan kerap belum mampu membangun ikatan instan dengan bayinya. Faktor lain seperti tekanan sosial dalam koloni juga dapat memengaruhi perilaku tersebut.

Sehari setelah kelahiran Punch, Shikano bersama rekannya, Shumpei Miyakoshi, mulai mengambil alih perawatan. Karena kondisi Punch dinyatakan sehat, ia dipisahkan sementara dari kelompok dan diberi susu secara langsung.

Selama enam bulan pertama, Punch dirawat menggunakan inkubator guna menjaga suhu tubuhnya tetap stabil.

 Baca Juga: Olahraga Malam Setelah Ibadah Terawih, Amankah untuk Kesehatan?

Sebagai bayi monyet, Punch memiliki naluri untuk berpegangan pada bulu induknya demi kenyamanan sekaligus melatih kekuatan otot. Tanpa kehadiran induk, para penjaga mencoba berbagai alternatif, mulai dari handuk gulung hingga boneka binatang.

Dari berbagai pilihan, Punch paling menyukai boneka orangutan. Tekstur bulu yang lembut serta bentuknya yang menyerupai primata diduga memberikan rasa aman. Setiap malam, Punch terlihat memeluk boneka tersebut hingga tertidur lelap.

Memasuki pertengahan Januari 2026, pihak kebun binatang mulai memperkenalkan Punch kembali ke dalam kawanan. Meski sudah berinteraksi dengan monyet lain, Punch masih kerap membawa atau menyimpan boneka di dekatnya.

Pihak pengelola menyebut Punch perlahan mulai memperdalam interaksinya melalui aktivitas grooming, bermain, hingga menerima teguran dari monyet lain—proses penting dalam pembelajaran hidup berkelompok.

Kini, berat Punch telah mencapai sekitar 2 kilogram dan menunjukkan perkembangan positif. Ia semakin aktif serta tampak lebih mandiri. Miyakoshi menilai Punch memiliki mental yang kuat dan mampu pulih dengan cepat meski sempat mendapat perlakuan keras dari anggota kelompok lain.

Kisah Punch pun menyebar luas dan mengundang simpati jutaan orang di dunia maya. Banyak warganet menggunakan tagar khusus sebagai bentuk dukungan untuk bayi monyet tangguh yang berhasil melewati masa sulit sejak lahir tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
#Boneka monyet #Punch