RADARSITUBONDO.ID - Fenomena perut mulas sesaat setelah berbuka puasa kerap dialami banyak orang. Kondisi ini sering kali membuat seseorang harus bolak-balik ke toilet tak lama setelah menyantap hidangan pertama. Ternyata, ada penjelasan medis di balik kejadian tersebut.
Selama menjalankan ibadah puasa, sistem pencernaan beristirahat kurang lebih 13 hingga 14 jam. Lambung dan usus berada dalam kondisi relatif “tenang” karena tidak ada asupan makanan yang diproses.
Ketika waktu berbuka tiba dan makanan masuk dalam jumlah besar, organ pencernaan yang semula beristirahat mendadak harus bekerja cepat.
Secara medis, kondisi ini berkaitan dengan refleks gastrokolika. Refleks ini merupakan respons alami tubuh saat lambung yang terisi makanan mengirim sinyal ke usus besar untuk segera bergerak.
Tujuannya adalah memberi ruang bagi makanan yang baru masuk. Akibatnya, usus menjadi lebih aktif dan memicu dorongan buang air besar setelah makan.
Baca Juga: Polres Situbondo Datangi Markas Debt Collector, Tegas Larang Intimidasi dan Perampasan!
Masalah semakin kompleks ketika menu berbuka didominasi makanan manis, berlemak, dan pedas secara bersamaan. Kombinasi gorengan, kolak, minuman manis, hingga sambal dapat memicu produksi asam lambung meningkat tajam.
Lemak dan makanan pedas merangsang lambung bekerja lebih keras, sementara kadar gula tinggi dalam minuman manis menarik cairan ke dalam usus dan berisiko menyebabkan diare osmotik.
Tak hanya itu, porsi makan yang berlebihan juga memperparah kondisi. Perut yang kosong seharian tiba-tiba diisi nasi, lauk-pauk, camilan berminyak, dan minuman manis sekaligus. Dampaknya, motilitas atau gerakan usus meningkat drastis, gas terbentuk lebih banyak, dan perut terasa mulas.
Baca Juga: MBG Situbondo Disorot! Produk Lokal Belum Terserap Maksimal, Bupati Rio Ungkap 4 Masalah Krusial
Untuk meminimalkan risiko gangguan pencernaan saat berbuka, disarankan memulai dengan porsi ringan seperti kurma dan air putih. Beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum mengonsumsi makanan berat.
Selain itu, hindari langsung menyantap makanan pedas atau berminyak serta biasakan mengunyah makanan secara perlahan agar sistem pencernaan dapat beradaptasi secara bertahap.
Dengan pola berbuka yang lebih terkontrol, risiko perut mulas hingga diare dapat ditekan sehingga ibadah puasa tetap berjalan nyaman.
Editor : Ali Sodiqin