RADARSITUBONDO.ID - Memasuki pekan terakhir Ramadan 2026, sejumlah barbershop di berbagai kota mulai dipadati pelanggan. Tradisi potong rambut dan bercukur menjelang Hari Raya Idul Fitri kembali menjadi rutinitas tahunan masyarakat Indonesia dalam menyambut momen lebaran.
Para pemilik barbershop mengungkapkan, periode H-7 hingga H-1 Idul Fitri merupakan masa tersibuk sepanjang tahun. Jumlah pelanggan melonjak drastis, bahkan mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha memangkas waktu istirahat dan memperpanjang jam operasional hingga larut malam.
Tak sedikit barbershop modern yang kini menerapkan sistem reservasi daring guna mengurai antrean panjang. Selain itu, berbagai paket grooming spesial lebaran turut ditawarkan, mulai dari potong rambut, cukur jenggot, perawatan wajah, hingga creambath dengan harga bundling yang lebih hemat.
Meski demikian, tarif layanan pada periode puncak ini umumnya mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 50 persen. Kenaikan harga tersebut tidak menyurutkan minat pelanggan yang ingin tampil rapi dan percaya diri saat bersilaturahmi.
Lonjakan pelanggan tidak hanya didominasi pria dewasa. Anak-anak pun turut meramaikan barbershop, terutama menjelang hari raya.
Banyak orang tua sengaja mengajak buah hati mereka agar tampil lebih segar saat bertemu keluarga besar. Barbershop khusus anak dengan konsep interior ramah anak dan fasilitas bermain pun tak luput dari lonjakan pesanan.
Di sisi lain, para kapster merasakan dampak positif dari peningkatan kunjungan tersebut. Dalam sehari, mereka bisa melayani hingga 30 sampai 50 pelanggan, jauh di atas rata-rata normal yang berkisar 10 hingga 15 orang.
Selain pendapatan meningkat, jumlah tip yang diterima pun ikut bertambah seiring suasana lebaran yang identik dengan kemurahan hati.
Bagi masyarakat yang ingin menghindari antrean panjang, disarankan untuk melakukan potong rambut sejak awal Ramadan atau memanfaatkan fasilitas pemesanan online yang kini semakin mudah diakses.
Editor : Ali Sodiqin