RADARSITUBONDO.ID - Kantuk di siang hari sering menjadi musuh bagi banyak pekerja maupun pelajar. Setelah beraktivitas sejak pagi, tubuh biasanya mulai kehilangan energi pada awal hingga pertengahan siang. Akibatnya konsentrasi menurun, pekerjaan terasa lebih berat, dan produktivitas pun ikut terganggu.
Banyak orang mencoba mengatasinya dengan minum kopi atau memaksakan diri tetap terjaga. Padahal ada cara sederhana yang justru dinilai lebih efektif untuk memulihkan energi tubuh, yakni dengan melakukan power nap atau tidur singkat.
Power nap merupakan tidur siang berdurasi pendek yang umumnya berlangsung antara 10 hingga 30 menit.
Berbeda dengan tidur siang biasa yang bisa berlangsung hingga satu jam atau lebih, power nap dirancang agar tubuh tidak masuk ke fase tidur dalam. Tujuannya agar tubuh mendapatkan kembali energi tanpa menimbulkan rasa pusing atau lemas ketika terbangun.
Baca Juga: Meta Lebih Hapus dari 150.000 akun dalam Upaya Pemberantasan Jaringan Penipuan di Asia Tenggara
Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Dalam siklus tersebut, energi tubuh biasanya mulai menurun sekitar delapan jam setelah seseorang bangun di pagi hari.
Jika seseorang bangun sekitar pukul 06.00, rasa lelah biasanya mulai terasa sekitar pukul 13.00 hingga 14.00. Pada saat inilah tubuh cenderung mengalami penurunan kewaspadaan yang membuat kantuk datang dengan sendirinya.
Power nap hadir sebagai solusi untuk mengatasi kondisi tersebut. Dengan tidur singkat dalam durasi yang tepat, tubuh bisa mendapatkan kesempatan untuk beristirahat sejenak tanpa mengganggu pola tidur utama di malam hari.
Kunci utama keberhasilan power nap terletak pada durasinya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa waktu ideal untuk tidur singkat berkisar antara 10 hingga 20 menit. Durasi tersebut dianggap cukup untuk memberikan efek pemulihan energi sekaligus meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Menteri Pigai Menyiapkan Kelas HAM Khusus untuk Jurnalis
Jika tidur terlalu lama, tubuh berpotensi memasuki fase tidur dalam. Ketika terbangun dari fase ini, seseorang biasanya mengalami kondisi yang disebut sleep inertia, yaitu rasa grogi, pusing, atau lemas yang justru membuat tubuh semakin tidak nyaman.
Manfaat power nap juga telah dibuktikan melalui sejumlah penelitian ilmiah. Salah satunya dilakukan oleh NASA yang meneliti kebiasaan tidur singkat pada pilot.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pilot yang melakukan power nap selama sekitar 26 menit mengalami peningkatan kewaspadaan hingga 54 persen. Tidak hanya itu, kinerja kerja mereka juga meningkat sekitar 34 persen dibandingkan sebelumnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidur singkat bukan sekadar kebiasaan santai, melainkan memiliki dampak nyata terhadap kemampuan kognitif dan produktivitas seseorang. Dengan energi yang pulih kembali, otak dapat bekerja lebih optimal dalam memproses informasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tugas.
Agar mendapatkan manfaat maksimal, waktu pelaksanaan power nap juga perlu diperhatikan. Waktu yang paling disarankan adalah antara pukul 13.00 hingga 15.00 siang. Pada periode ini tubuh cenderung berada dalam kondisi yang lebih rileks sehingga lebih mudah untuk tertidur meski hanya sebentar.
Sebaliknya, tidur singkat yang dilakukan terlalu sore berisiko mengganggu kualitas tidur malam. Hal tersebut dapat membuat seseorang justru mengalami kesulitan tidur pada waktunya beristirahat di malam hari.
Lingkungan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan power nap. Tempat yang tenang, sejuk, dan minim gangguan menjadi kondisi ideal untuk tidur singkat. Jika tidak tersedia ruangan khusus, seseorang dapat memanfaatkan ruang rapat yang sedang kosong atau sudut kantor yang relatif sepi.
Baca Juga: Kapal Kargo Thailand Jadi Sasaran di Selat Hormuz, 20 Awak Dievakuasi Selamat, Tiga Masih Dicari
Beberapa orang juga menggunakan masker mata atau penyumbat telinga untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman. Ada pula yang memilih mendengarkan musik santai melalui earphone agar tubuh lebih mudah rileks.
Meski begitu, sebaiknya hindari tidur di tempat yang terlalu nyaman seperti kasur empuk. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terlelap lebih lama dari yang direncanakan. Kursi kerja atau sofa justru sering dianggap lebih ideal karena membantu tubuh tetap berada dalam kondisi tidur ringan.
Setelah alarm berbunyi dan waktu tidur singkat selesai, ada beberapa cara sederhana untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Peregangan ringan dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa kaku pada otot.
Mencuci muka atau berjalan sebentar di bawah sinar matahari juga bisa membantu menghilangkan sisa kantuk.
Dengan cara yang tepat, power nap dapat menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kinerja tubuh di tengah padatnya aktivitas. Tidur singkat ini tidak hanya membantu mengusir kantuk, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan daya ingat, menjaga konsentrasi, serta membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik.
Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi dan ritme hidup yang cepat, kebiasaan power nap bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga keseimbangan energi tubuh.
Hanya dengan meluangkan waktu sekitar 20 menit, seseorang dapat melanjutkan aktivitas dengan pikiran yang lebih segar dan fokus yang lebih tajam.
Editor : Agung Sedana