Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejarah Oscar: Dari Acara 15 Menit Tahun 1929 hingga Sistem Amplop Rahasia yang Dipakai Sampai Sekarang

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:17 WIB

Marlon Brando dengan Oscar Aktor Terbaik untuk film On the Waterfront pada tahun 1955.
Marlon Brando dengan Oscar Aktor Terbaik untuk film On the Waterfront pada tahun 1955.

RADARSITUBONDO.ID - Penghargaan Oscar dikenal sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi di industri film dunia. Namun di balik kemegahan panggung Academy Awards yang disaksikan jutaan penonton setiap tahun, sejarah lahirnya dianugerahi ini ternyata cukup panjang dan penuh cerita menarik.

Segalanya bermula dari berdirinya Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) pada tahun 1927. Organisasi ini awalnya tidak dibentuk untuk menggelar ajang film yang mendapat penghargaan. Fokus utama akademi saat itu adalah mengatur masalah ketenagakerjaan bagi para pekerja di industri perfilman Amerika Serikat.

Pada masa itu industri film Hollywood sedang berkembang pesat. Banyak pihak merasa perlunya ada organisasi yang mampu menjembatani hubungan antara studio, pekerja film, serta berbagai pihak yang terlibat dalam produksi film. Dari situlah AMPAS lahir sebagai wadah profesional bagi insan perfilman.

Baca Juga: Meta Lebih Hapus dari 150.000 akun dalam Upaya Pemberantasan Jaringan Penipuan di Asia Tenggara

Meski awalnya tidak dirancang sebagai penyelenggara dianugerahi, ide untuk memberikan penghargaan kepada insan film terus berkembang di kalangan anggota akademi. Gagasan tersebut kemudian dibahas secara serius dalam berbagai pertemuan internal.

Akhirnya pada bulan Mei 1928, akademi menyetujui usulan untuk menggelar sebuah ajang penghargaan bernama Academy Awards of Merit. Pada saat itu ditetapkan sebanyak 12 kategori penghargaan yang akan diberikan kepada insan film terbaik.

Penyelenggaraan perdana Academy Awards digelar pada 16 Mei 1929 di Hotel Hollywood Roosevelt, Los Angeles, California. Jika dibandingkan dengan acara Oscar modern yang berlangsung berjam-jam dengan produksi spektakuler, acara pertama tersebut tergolong sangat sederhana.

Acara itu hanya menampilkan sekitar 270 orang tamu undangan. Seluruh rangkaian acara bahkan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Para tamu yang hadir harus membeli tiket masuk seharga 5 dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Menteri Pigai Menyiapkan Kelas HAM Khusus untuk Jurnalis

Hal lain yang membuat acara pertama Oscar terasa unik adalah sistem pengumuman pemenang. Pada saat itu panitia tidak menjaga kerahasiaan nama pemenang seperti yang dilakukan sekarang. Bahkan daftar pemenang sudah diserahkan kepada media massa sekitar tiga bulan sebelum acara digelar.

Dengan demikian, publik sebenarnya sudah mengetahui siapa saja pemenangnya jauh sebelum malam penghargaan berlangsung. Acara tersebut lebih bersifat seremoni simbolis daripada momen pengumuman pemenang.

Sistem ini kemudian berubah pada penyelenggaraan kedua Academy Awards pada tahun 1930. Akademi mulai memperkenalkan mekanisme baru dengan menyerahkan daftar pemenang kepada media massa tepat pada malam acara berlangsung.

Meskipun sudah ada perubahan, masalah privasi masih belum sepenuhnya terjaga. Insiden besar terjadi pada tahun 1940 ketika surat kabar Los Angeles Times mempublikasikan nama para pemenang sebelum acara dimulai.

Kebocoran tersebut menimbulkan kontroversi dan membuat pihak akademi menyiarkan sistem pengumuman pemenang. Sejak tahun 1941, AMPAS akhirnya menerapkan sistem sampul tertutup untuk menjaga kerahasiaan hasil pemungutan suara.

Sejak saat itu, nama pemenang baru diketahui ketika amplop dibuka langsung di atas panggung. Sistem sampul tertutup ini menjadi tradisi yang terus dilestarikan hingga saat ini dan menjadi salah satu ciri khas Academy Awards.

Selain sejarah acaranya, asal usul nama "Oscar" juga memiliki cerita yang menarik. Terdapat beberapa versi mengenai bagaimana patung yang dianugerahi tersebut akhirnya dikenal dengan nama Oscar.

Versi yang paling populer berasal dari Margaret Herrick, pustakawan akademi pada masa awal berdirinya AMPAS. Ketika pertama kali melihat patung dianugerahi penghargaan tersebut, ia berkata bahwa patung itu mirip dengan pamannya yang bernama Oscar Pierce.

Baca Juga: 5 Hidangan Berat Khas Lebaran yang Wajib Ada di Meja Makan, Opor Ayam hingga Rendang Jadi Favorit Keluarga

Ucapan tersebut kemudian menyebar di kalangan staf akademi dan perlahan nama Oscar menjadi sebutan tidak resmi bagi piala yang dianugerahi tersebut. Baru pada tahun 1939, akademi secara resmi menggunakan nama Oscar sebagai julukan resmi bagi patung yang dianugerahi Academy Awards.

Patung Oscar sendiri dirancang oleh art Director Metro-Goldwyn-Mayer bernama Cedric Gibbons. Desain tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk patung oleh pemahat George Stanley.

Bentuk patung tersebut menggambarkan seorang ksatria bergaya Art Deco yang berdiri tegak sambil memegang pedang. Desainnya sederhana namun ikonik, menjadikannya salah satu simbol paling terkenal dalam industri hiburan dunia.

Baca Juga: BMKG Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Hilal 19 Maret Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Patung Oscar memiliki tinggi sekitar 34 sentimeter dengan berat mencapai 3,9 kilogram. Piala ini dibuat dari logam yang dilapisi emas 24 karat, memberikan tampilan berkilau yang identik dengan kemewahan Hollywood.

Namun dalam perjalanan sejarahnya, patung Oscar juga pernah mengalami perubahan bahan. Selama Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1942 hingga 1945, terjadi kelangkaan logam yang membuat produksi patung emas tidak memungkinkan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, akademi memutuskan membuat patung Oscar dari bahan plester yang kemudian dicat dengan warna emas agar tetap terlihat serupa dengan versi aslinya.

Baca Juga: Banjir Besuki Dikaitkan Proyek Tol, Camat Banyuglugur Buka Suara: Penyebab Sebenarnya Curah Hujan Tinggi

Para pemenang Oscar pada masa perang menerima patung plester tersebut sebagai simbol penghargaan. Setelah perang berakhir dan kondisi produksi kembali normal, para pemenang diberi kesempatan menukar patung plester mereka dengan patung logam berlapis emas seperti yang digunakan sebelumnya.

Seiring perkembangan industri film, Academy Awards terus berkembang menjadi acara yang jauh lebih besar dibandingkan saat pertama kali digelar pada tahun 1929. Kini Oscar tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga simbol prestise tertinggi bagi para sineas di seluruh dunia.

Setiap tahun, jutaan penonton dari berbagai negara menyaksikan momen pengumuman pemenang yangkan dibaca dari amplop tertutup di atas panggung.

Tradisi yang lahir dari kejadian kebocoran berita pada tahun 1940 itu kini justru menjadi bagian penting dari drama dan ketegangan dalam malam yang dianugerahi Oscar.

Editor : Agung Sedana
#AMPAS #Academy Awards #Sejarah Oscar