RADARSITUBONDO.ID - Fenomena bulan purnama April 2026 kembali menjadi perhatian para pengamat langit. Peristiwa yang dikenal sebagai Pink Moon ini akan mencapai puncaknya pada 2 April 2026 pukul 02.11 UTC.
Di Indonesia, masyarakat dapat menyaksikan fase maksimal tersebut pada pagi hari sekitar pukul 09.11 WIB, meskipun kondisi langit terang membuat pengamatan visual tidak seoptimal saat malam hari.
Istilah Pink Moon kerap menimbulkan salah persepsi seolah-olah bulan akan tampak berwarna merah muda. Faktanya, warna bulan tetap seperti biasanya.
Penamaan tersebut berasal dari tradisi di Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama dengan mekarnya bunga phlox liar atau moss pink. Tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat asli Amerika yang menamai setiap bulan purnama berdasarkan fenomena alam musiman yang terjadi.
Baca Juga: Herdman Bela Sananta, Samakan Perannya dengan Olivier Giroud
Pada fase puncaknya, bulan berada di konstelasi Virgo dengan jarak sekitar 393.594 kilometer dari Bumi. Secara astronomis, purnama kali ini tidak termasuk kategori supermoon karena jaraknya tidak berada di titik terdekat dengan Bumi. Meski demikian, tampilan bulan tetap terlihat penuh dan terang, terutama saat diamati pada malam sebelumnya.
Pengamatan terbaik dapat dilakukan pada 1 April saat matahari terbenam. Bulan akan muncul dari arah timur dengan bentuk cakram penuh. Ketika berada dekat horizon, bulan berpotensi tampak berwarna kuning hingga oranye. Fenomena ini terjadi akibat hamburan cahaya saat sinar bulan melewati lapisan atmosfer Bumi dalam jarak yang lebih panjang.
Selain nilai astronomis, Pink Moon tahun ini juga memiliki makna penting dalam tradisi keagamaan. Purnama April 2026 merupakan Paschal Full Moon, yakni bulan purnama pertama setelah ekuinoks Maret yang jatuh pada 20 Maret 2026.
Dalam tradisi gereja Kristen Barat, penentuan Hari Raya Paskah didasarkan pada fase ini. Paskah dirayakan pada hari Minggu setelah Paschal Full Moon, sehingga pada tahun 2026 jatuh pada 5 April.
Baca Juga: Mauro Zijlstra Cedera, PSSI Panggil Jens Raven Jelang Final Indonesia vs Bulgaria
Dalam tradisi Hindu, purnama yang terjadi pada 2 April juga bertepatan dengan Chaitra Purnima. Momen ini menjadi salah satu perayaan penting yang menandai purnama di bulan Chaitra dalam kalender lunar Hindu.
Perayaan tersebut umumnya diisi dengan aktivitas spiritual seperti puasa, doa, dan kegiatan amal sebagai bentuk refleksi dan pembaruan diri.
Secara historis, bulan purnama April memiliki beragam sebutan lain di kalangan suku asli Amerika. Nama-nama seperti Breaking Ice Moon, Moon When the Streams Are Again Navigable, hingga Frog Moon menggambarkan perubahan alam pada awal musim semi.
Penyebutan tersebut merefleksikan transisi lingkungan, mulai dari mencairnya es hingga kembalinya aktivitas alam yang lebih dinamis.
Editor : Bayu Shaputra