RADARSITUBONDO - Nama Asila Maisa mendadak menjadi perbincangan publik setelah mengunggah pernyataan panjang di media sosial terkait berbagai tudingan yang selama ini diarahkan kepadanya.
Dalam unggahan tersebut, Asila memutuskan untuk angkat bicara setelah sebelumnya memilih diam menghadapi isu yang beredar. Ia menilai klarifikasi ini penting karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengenai dirinya, tetapi juga menyeret keluarga.
Putri dari Ramzi itu mengungkap bahwa situasi yang terjadi telah memengaruhi orang-orang terdekatnya, termasuk sang kakek. Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya akhirnya menyampaikan isi hati secara terbuka.
“Bertepatan dengan ulang tahun kakek saya, ada beberapa hal yang selama ini tidak pernah mau saya sampaikan ke kalian tapi akan saya tulis semua yang saya rasa selama ini dan inginkan sekarang disini,” tulis Asila Maisa dalam unggahannya pada Sabtu, 4 April 2026.
Ia menjadikan momen tersebut sebagai titik untuk menyampaikan apa yang selama ini dipendam. Meski begitu, Asila tidak merinci secara spesifik isu yang dimaksud karena merasa publik sudah mengetahui persoalan yang beredar.
“Kalian pasti sudah tau fitnah apa yang sedang saya bicarakan disini, jadi tidak usah saya sebut lagi apa akar masalahnya,” tulisnya.
Asila juga menyoroti respons negatif warganet terhadap unggahan keluarganya, termasuk saat ibunya membagikan momen ulang tahunnya. Ia menyayangkan konten yang seharusnya menjadi kenangan justru dipenuhi komentar bernada kebencian.
“Setelah ulang tahun saya kemaren, ibu saya memposting video yang seharusnya menjadi kenangan indah bagi saya dan semua yang terlibat dalam video tersebut. namun tetap saja kalian mengisi kolom komentar dengan ujaran kebencian terhadap saya,” ungkapnya.
Ia pun meminta agar kritik atau komentar negatif cukup ditujukan kepada dirinya tanpa melibatkan keluarga. Menurutnya, dampak terbesar justru dirasakan oleh orang-orang terdekat, khususnya sang kakek.
Dalam pernyataannya, Asila juga mengaku telah lama menahan perasaan, namun kini merasa tidak lagi mampu untuk terus diam.
“Saya tidak pernah menyampaikan perasaan saya, namun jujur saya sudah capek dan sakit membaca komentar kalian,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dirinya memahami batasan dalam pergaulan dan meminta publik untuk tidak membuat asumsi berlebihan terhadap dirinya.
“Disini sekali lagi saya sampaikan bahwa, saya tau batasan dalam berteman dan bersaudara. apa yang kalian khawatirkan tidak akan pernah terjadi. dari 2023 sampai sekarang belum juga berhenti kalian menilai saya yang tidak benar,” tegasnya.
Asila juga secara tegas membantah tudingan yang selama ini diarahkan kepadanya.
“Saya bukan pelakor, saya bukan lon**,” tulisnya.
Ia kemudian meminta publik untuk menghormati dirinya dan keluarganya serta tidak lagi menyebarkan narasi negatif yang tidak berdasar.
“Biarkan saya berteman dan bersaudara dengan siapapun, karena saya tau batasan apa yang harus saya jaga. tolong hargai perasaan saya dan hargai perasaan keluarga saya,” tulisnya.
Di akhir pernyataan, Asila menyampaikan pesan emosional kepada keluarga yang selalu mendukungnya dalam menghadapi situasi ini.
“Untuk keluarga tercinta, terima kasih sudah selalu ada untuk aku. maafin asila yaa kalau belum bisa bikin bangga. maafin asila juga karena kalian jadi dibawa bawa,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendukung serta menyampaikan pesan bagi pihak yang masih memberikan komentar negatif.
“Untuk kalian yang selalu mendukung dan membela saya, terima kasih banyak. dan untuk kalian yang membenci saya, ayo gunakan hati nurani dan akal sehat kalian,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana